Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • TKN Bantah Fahri: yang Omong Kosong Itu, Banyak Ngomong Tapi Nggak Kerja!

Nasional

TKN Bantah Fahri: yang Omong Kosong Itu, Banyak Ngomong Tapi Nggak Kerja!

Senin, 04 Mar 2019 09:53
Detik.com
Foto: Jokowi pamerkan 3 kartu sakti di Bekasi
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin membantah tudingan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut sejumlah program Jokowi sebagai omong kosong. Menurut TKN, yang omong kosong adalah yang banyak ngomong tapi tak banyak kerja.

"Yang omong kosong itu adalah orang yang banyak ngomong tapi nggak banyak kerja! Yang dia lihat cuma kerja-kerja yang belum paripurna!" kata Jubir TKN Irma Suryani Chaniago kepada detikcom, Senin (4/3/2019).

Dia meminta Fahri untuk membuka mata dan melihat kerja Jokowi selama 4 tahun ini. Irma menyatakan menyelesaikan program kerja yang sangat banyak butuh waktu dan anggaran.

"Buka mata, lihat kerja-kerja 4 tahun yang luar biasa untuk rakyat. Menyelesaikan program kerja yang sangat banyak itu butuh waktu dan anggaran," ucapnya.

Irma lantas menyerang balik Fahri. Dia mengatakan orang yang ingin KPK bubar sudah pasti bukan orang yang tidak benar.

"Sudahlah, orang yang ingin KPK bubar pasti orang yang nggak benar! Orang nggak benar pasti ngomongnya juga nggak benar," ujar Irma.

Dia pun menjelaskan terkait tudingan Fahri soal BPJS yang bangkrut, Irma menyebut BPJS sangat berguna bagi rakyat dan jika saat ini masih defisit hal itu wajar.

"Ngomong soal BPJS bangkrut, ngerti nggak masalahnya? BPJS itu sangat berguna untuk rakyat, kalau s msh defisit, wajar karena memang butuh waktu untuk tidak defisit, kenapa? Banyak faktor yang harus diperbaiki agar biaya kuratif bisa diminimalisir. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui makanan, minuman dan kebersihan lingkungan harus lebih dulu ditingkatkan, agar rakyat kita sehat dan biaya kuratif turun. Karena sebesar apapun anggaran kesehatan disiapkan, jika rakyat banyak yang sakit tentu anggaran tidak Akan cukup karena sehat itu mahal, ngerti nggak dia?" ucap Irma.

Selain itu, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menjelaskan sola kartu pra-kerja yang dikritik Fahri. Menurutnya, kartu pra-kerja dan kartu-kartu lain yang ditawarkan Jokowi punya keunggulannya masing-masing.

"Orang-orang Indonesia banyak yang khawatir tidak mendapat pekerjaan dan oleh Pak Jokowi diberi satu solusi dalam rangka mendorong agar seluruh rakyat Indonesia bisa bekerja maka disiapkan apa yang kita sebut kartu pra-kerja. Kartu pra-kerja ini memberi jaminan bahwa seseorang yang baru lulus SMA atau SMK atau perguruan tinggi, dia akan dibantu diberi pelatihan agar memiliki ketrampilan, sampai dia mendapatkan kerja. Kalau dia tidak mendapatkan kerja maka ada honor per bulan sampai dia mendapatkan kerja," kata Karding dihubungi terpisah.

Karding kemudian bicara soal Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menjadi program Jokowi juga sudah terealisasi. Dia juga menanggapi penyataan Fahri terkait kondisi di NTB.

"Selama ini telah terbukti KIP, KIS dan juga bantuan non tunai lainnya serta beberapa jenis kartu yang disediakan terelaiasi, terkait dengan NTB saya kira memang pemerintah sedang berusaha keras yang pernah disampaikan itu segera dilakukan," ucap Karding.

"Saya kira pemerintah sudah sangat cepat langkahnya selama ini walaupun tidak semua langkah berjalan semulus rencana yang kita lakukan, karena mengelola pascabencana memang tidak mudah, tapi pemerintah terus bekerja menyelesaikan rencana yang sudah dibuat," sambungnya.

Fahri Hamzah sebelumnya meragukan program kartu pra-kerja yang diluncurkan presiden Jokowi dengan mempertanyakan dari mana anggarannya. Dia pun menyebut program itu hanya omong kosong karena sejumlah janji Jokowi yang disebutnya tak ditepati hingga BPJS yang dinilainya bangkrut.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 10:09

    Penjelasan Polisi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Longsor Akibatkan 9 Orang Tewas, Akui Dilema

    Sebanyak sembilan penambang yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Kamis (14/5) se

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:18

    Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026

    Jakarta-Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian ini rencananya digelar pada

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:12

    Pekanbaru Segera Uji Coba Bus Listrik, Walikota Agung Nugroho Dorong Transportasi Go Green

    PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap melakukan transformasi transportasi publik dengan menghadirkan bus listrik sebagai sarana angkutan umum massal. Armada ramah lingkungan tersebut diproyeksik

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:07

    Rumah Mantan Gubernur Riau Syamsuar Disatroni Maling, Sepeda Motor Raib

    PEKANBARU-Rumah mantan Gubernur Riau periode 2019-2023, Syamsuar, yang berada di Jalan Kurnia, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, disatroni maling pada Jumat (15/5/2026) din

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:02

    Jalan Tepian Sungai Desa Petalogan - Kelurahan Air Molek Inhu Mengalami Abrasi Lagi

    RENGAT-Jalan Tepian Sungai menghubungkan Desa Petalongan dengan Kelurahan Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kembali mengalami abrasi, Jumat (15/5/2026). Akibatnya, warg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.