TNI Harus Selamatkan Dua WNI di PNG
Kamis, 17 Sep 2015 09:17
"Deployment TNI kesana harus segera dan demi harga diri bangsa pembebasan sandera dilakukan secara represif," jelas perempuan yang akrab disapa Nuning ini kepada Okezone, Kamis (17/9/2015).
Menurut Nuning, sampai saat ini proses negosiasi terus dilakukan antara pemerintah Indonesia dengan kelompok kriminal yang menyandera dua WNI itu, dibantu dengan pemerintah Papua Nugini. Meski demikian, pemerintah Papua Nugini belum memberikan izin bagi aparat TNI untuk masuk ke dalam wilayahnya.
Nuning menambahkan, belum dibolehkannya TNI masuk ke wilayah Papua Nugini, bukan berarti hal ini memperlihatkan pemerintah Papua Nugini yang menghambat keinginan pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan dua WNI.
"Tentu saja sebagai sebuah negara meski PNG baik hubungannya dengan Indonesia, tentu ada pertimbangan untung rugi. Mereka juga harus cermat melihat pihak Indonesia yang tak mau lakukan mediasi lagi, bahkan Panglima TNI menyatakan siap kirim TNI untuk bebaskan sandera," tutur Nuning.
Berdasarkan laporan kepolisian, lanjut Nuning, pelaku penyanderaan berciri-ciri fisik memiliki rambut dan warna kulit seperti ras Melanesia. Mereka tak hanya membawa senjata api laras panjang, tetapi juga membawa panah dalam menyandera dua WNI yang dilaporkan telah disandera sejak 14 September lalu.
"Menurut laporan kepolisian, pelaku penyanderaan membawa senjata api laras panjang, pelaku membawa panah dan berpakaian hitam bercampur putih. Adapun ciri-ciri fisik pelaku adalah memiliki rambut dan warna kulit seperti ras Melanesia,"pungkas Nuning.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) disandera oleh pihak yang diduga sebagai kelompok pengacau keamanan di Papua.
Dua WNI masing-masing Sudirman (28) dan Badar (30) dilaporkan disandera oleh kelompok sipil bersenjata pada 14 September lalu. Keduanya disandera saat sedang melakukan pekerjaan menebang pohon di kawasan Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Keerom, Kota Jayapura.
Dalam insiden itu, seorang warga lainnya, Kuba Marmahu (38) menjadi korban tembak kelompok tersebut. Kuba mengalami luka tembak di bagian kepala dan luka panah di bagian lengan.
Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah
KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer
Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif
SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw
LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau
PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.
Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional
BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me