Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • Terseret Kasus Korupsi CSR BI, Rumah Aspirasi Satori di Cirebon Sepi

Nasional,

Terseret Kasus Korupsi CSR BI, Rumah Aspirasi Satori di Cirebon Sepi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 09 Agu 2025 16:23
Berita satu.com
Rumah Aspirasi Satori yang terletak di Jalan Pasar Minggu-Keramat, Palimanan, Kabupaten Cirebon, kini tampak lengang dan nyaris tanpa aktivitas. 

Bangunan yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan dan pertemuan politik itu kini berubah menjadi tempat sunyi, pascapenetapan Satori, politisi Partai Nasdem, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan Beritasatu.com menunjukkan, rumah aspirasi tersebut berdiri di atas lahan luas, terdiri dari dua bangunan utama. Di area parkir terlihat enam mobil, beberapa di antaranya berlogo Partai Nasdem dan bergambar Satori. 

Seorang penjaga malam yang ditemui di lokasi mengaku tidak ada aktivitas di dalam rumah aspirasi.

“Kosong, Mas. Enggak ada siapa-siapa. Jangan ambil gambar di dalam,” ujarnya singkat, Sabtu (9/8/2025).

Kesunyian ini juga dibenarkan Nursyamsiah, warga sekitar. Ia mengatakan, beberapa bulan terakhir rumah aspirasi jarang digunakan untuk kegiatan, berbeda dengan sebelumnya yang selalu ramai kendaraan keluar masuk.

“Dulu ramai, parkiran penuh mobil dan motor ganti-gantian masuk-keluar. Sekarang paling cuma orang dagang yang nitip gerobak di dalam,” tuturnya.

Menurut Nursyamsiah, kabar penetapan Satori sebagai tersangka KPK sudah menyebar luas. Meski begitu, ia mengaku tak mengerti detail perkara korupsi yang menjeratnya.

Data yang dihimpun Beritasatu.com mengungkapkan, ada empat yayasan di bawah naungan Rumah Aspirasi Satori di Cirebon. 

Menurut KPK, total dana yang diterima Satori dari berbagai sumber mencapai Rp 12,52 miliar, yang terdiri dari Rp 6,30 miliar dari BI melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Rp 5,14 miliar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kegiatan Penyuluhan Keuangan, dan Rp 1,04 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR lainnya.

Dana tersebut diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk penempatan deposito, pembelian aset, hingga pembangunan yang tidak sesuai peruntukan.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.