Nasional
Tim Jokowi soal Pro-Integrasi Timor Timur: Prabowo Tuduh BJ Habibie?
Jumat, 28 Des 2018 13:47
"Kami tentu menolak politisasi atas jasa Pejuang pro-integrasi (PPI) jika mereka hanya dijadikan obralan Pilpres dan obralan Pileg 2019 Dapil di Provinsi NTT. Selayaknya PPI yang adalah bagian yang integral dari NKRI dan bersama masyarakat NTT dijadikan sebagai subyek pembangunan dan prioritas pembangunan untuk mencapai kesetaraan kesejahteraan sebagai sesama warga bangsa Indonesia," kata Wakil Ketua TKN, Johnny G Plate kepada wartawan, Jumat (28/12/2018).
Plate menuding tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung memberikan slogan tanpa solusi. Ia pun menilai rakyat tidak akan terlena dengan 'senandung nina bobo'.
Dikatakan Plate, referendum pemisahan Timor Timur dari Indonesia terjadi pada era Presiden BJ Habibie. Ia lalu mempertanyakan apakah Prabowo menuduh Habibie tidak menghormati perjuangan para pro-integrasi serta apakah Prabowo tidak mengakui hasil referendum.
"Referendum pemisahan Timor Timur dari NKRI terjadi pada era Presiden BJ Habibie, apakah melalui pernyataannya Pak Prabowo menuduh Bapak Presiden BJ Habibie dan kabinetnya serta semua Lembaga Tinggi Negara saat itu tidak paham dan tidak menghormati perjuangan, penderitaan, pengorbanan dan jasa para Pejuang Pro Integrasi (PPI) Timor Timur ke NKRI? Apakah Pak Prabowo tidak mengakui hasil referendum terbentuknya negara Timor Leste?" papar Plate.
Sekjen NasDem ini menilai Prabowo tidak taat pada putusan referendum rakyat Timor Timur. Menurut Plate, pernyataan Prabowo tendensius dan tidak patut didengar.
Plate kemudian membandingkan dengan kinerja Presiden Jokowi yang banyak melakukan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste itu. Hal tersebut dinilainya bisa membuat rakyat di kedua negara hidup berdampingan dengan damai.
"Kebalikannya, justru di wilayah perbatasan NTT dan Timor Leste, Presiden Joko Widodo sedang membangun infrastruktur fisik berupa jalan, jembatan, irigasi, dan infrastruktur sosial berupa sekolah, rumah sakit, fasilitas kesehatan, maupun fasilitas perbatasan negara dengan baik yang memungkinkan rakyat kedua negara hidup berdampingan dengan nyaman dan damai," tutur Plate.
Plate menegaskan sejauh ini para pejuang pro-integrasi dilayani tanpa diskriminasi. Ia berharap pencapaian tersebut dapat diteruskan untuk pemenuhan hak warga negara di wilayah perbatasan.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menyebut elite di Jakarta tidak paham perjuangan dan pengorbanan para pejuang pro-integrasi Timor Timur. Padahal, menurut Prabowo, para pejuang tersebut telah berkorban nyawa, keluarga, dan harta kekayaannya untuk mempertahankan kedaulatan RI.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta