Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Tinggalkan Korban Kabut Asap, Jokowi Dianggap Tak Manusiawi

Tinggalkan Korban Kabut Asap, Jokowi Dianggap Tak Manusiawi

Selasa, 27 Okt 2015 08:29
Antara
Presiden Jokowi
JAKARTA - Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS) ketika sebagaian rakyat Sumatera dan Kalimantan dilanda kabut asap, dinilai tidak mempertimbangan aspek kemanusiaan. Pasalnya, penanganan atas musibah tersebut membutuhkan perhatian serius dari kepala negara.

"Itu sangat luar biasa (kunjungan presiden ke AS) jika dilihat dalam aspek kemanusiaan. Sebab tidak seharusnya Presiden meninggalkan Indonesia disaat rakyat 40 juta lebih penduduk yang terdampak asap di Sumatera dan Kalimantan butuh perhatian serius," ujar kepala departemen penguatan organisasi rakyat, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Kent Yusriansyah kepada Okezone, Selasa (27/10/2015).

Kent menambahkan, pihaknya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kabut asap. Bahkan, KPA menganggap insiden kabut asap sebagai tragedi kemanusiaan lantaran tak kunjung tuntas.

"Sebab masalah asap ini jelas bagi KPA adalah tragedi kemanusian, akibat buruknya tata kelola bisnis perkebunan dan kehutanan skala besar yang mengabaikan prinsip keberlanjutan keseimbangan ekologis," imbuhnya.

Menyindir ungkapan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang menyatakan masalah asap ini adalah persaingan bisnis, KPA menganggap sanksi pencabutan izin bagi perusahaan yang terlibat tidaklah cukup. Terlebih KPA bersama Walhi juga telah menyetor data kepada kepolisian dan Kementerian Lingkuangan Hidup atas aksi kejahatan yang diduga dilakukan oleh perusahaan yang memicu kabut asap.

"Upaya itu saja tidak cukup, jika sanksinya adalah pembekuan izin dan paksaan lainya. Rekan-rekan Walhi dan KPA sudah menyetor datanya ke Kementerian LHK, Kepolisian RI dan instasi terkait (terkait perusahaan yang menyebabkan kabut asap). Masalahnya proses atas laporan itu sudah sejauh mana itu yang belum kita ketaui dengan terang, mungkin masih tertutup tebalnya kepulan asap para pengusaha pembakar hutan itu," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.