Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Tinggalkan Korban Kabut Asap, Jokowi Dianggap Tak Manusiawi

Tinggalkan Korban Kabut Asap, Jokowi Dianggap Tak Manusiawi

Selasa, 27 Okt 2015 08:29
Antara
Presiden Jokowi
JAKARTA - Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS) ketika sebagaian rakyat Sumatera dan Kalimantan dilanda kabut asap, dinilai tidak mempertimbangan aspek kemanusiaan. Pasalnya, penanganan atas musibah tersebut membutuhkan perhatian serius dari kepala negara.

"Itu sangat luar biasa (kunjungan presiden ke AS) jika dilihat dalam aspek kemanusiaan. Sebab tidak seharusnya Presiden meninggalkan Indonesia disaat rakyat 40 juta lebih penduduk yang terdampak asap di Sumatera dan Kalimantan butuh perhatian serius," ujar kepala departemen penguatan organisasi rakyat, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Kent Yusriansyah kepada Okezone, Selasa (27/10/2015).

Kent menambahkan, pihaknya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kabut asap. Bahkan, KPA menganggap insiden kabut asap sebagai tragedi kemanusiaan lantaran tak kunjung tuntas.

"Sebab masalah asap ini jelas bagi KPA adalah tragedi kemanusian, akibat buruknya tata kelola bisnis perkebunan dan kehutanan skala besar yang mengabaikan prinsip keberlanjutan keseimbangan ekologis," imbuhnya.

Menyindir ungkapan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang menyatakan masalah asap ini adalah persaingan bisnis, KPA menganggap sanksi pencabutan izin bagi perusahaan yang terlibat tidaklah cukup. Terlebih KPA bersama Walhi juga telah menyetor data kepada kepolisian dan Kementerian Lingkuangan Hidup atas aksi kejahatan yang diduga dilakukan oleh perusahaan yang memicu kabut asap.

"Upaya itu saja tidak cukup, jika sanksinya adalah pembekuan izin dan paksaan lainya. Rekan-rekan Walhi dan KPA sudah menyetor datanya ke Kementerian LHK, Kepolisian RI dan instasi terkait (terkait perusahaan yang menyebabkan kabut asap). Masalahnya proses atas laporan itu sudah sejauh mana itu yang belum kita ketaui dengan terang, mungkin masih tertutup tebalnya kepulan asap para pengusaha pembakar hutan itu," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 15:03

    Ditangkap KPK, Bupati Langkat Diduga Terima Suap Proyek

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afadin dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).Syah Afadin diamankan bersama enam orang lainn

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:01

    Kepala Daerah Diminta Jaga Integritas Hadapi Beragam Tantangan

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah untuk menjaga integritas dalam menjalankan pemerintahan. Kepemimpinan yang bersih menjadi fondasi utama untuk mew

  • Jumat, 03 Jul 2026 14:07

    Ribuan Personel Polda Riau Naik Pangkat, Kapolda Ingatkan Tanggung Jawab Pengabdian

    PEKANBARU - Suasana penuh rasa syukur mewarnai Lapangan Upacara Polda Riau, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 1.126 personel kepolisian dan 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Riau resmi meneri

  • Jumat, 03 Jul 2026 14:02

    Said Iqbal Minta Klaim JHT Bebas Pungutan Pajak

    Penasihat Khusus Presiden dalam bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengusulkan adanya perluasan insentif pajak untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Saa

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:16

    Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT

    SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor