Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Virus Mematikan Nipah Merebak, Setelah India Kini Thailand Perketat Pemeriksaan Kesehatan di Bandara

Peristiwa

Virus Mematikan Nipah Merebak, Setelah India Kini Thailand Perketat Pemeriksaan Kesehatan di Bandara

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 29 Jan 2026 10:20
JAKARTA - Otoritas kesehatan Thailand memperketat pemeriksaan si bandara internasional buntut adanya laporan virus Nipah yang diduga berasal dari India. Meski hingga kini belum ada kasus Nipah yang terdeteksi di Thailand, pemerintah mengambil langkah antisipasi yang cukup agresif untuk melindungi masyarakat dan wisatawan.  

Pemeriksaan diperketat di beberapa bandara utama seperti Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket International Airport. Mereka fokus pada penumpang yang tiba dari wilayah yang menjadi zona risiko tinggi. 

Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya virus ke dalam negeri. Dikutip thethaiger, Kamis (29/1/2026), langkah pemeriksaan yang diterapkan di bandara misalnya:
- Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat scan untuk mendeteksi demam pada penumpang yang baru tiba
- Evaluasi kesehatan langsung di tempat untuk mereka yang menunjukkan gejala yang mencurigakan
- Penumpang dari West Bengal juga diberi lembar informasi kesehatan (Health Beware Card) yang menjelaskan gejala yang perlu diwaspadai dan langkah bila sakit setelah tiba di Thailand.  

Pemeriksaan ini mirip dengan protokol yang digunakan saat pandemi COVID-19. Menurut pejabat pemerintah Thailand, hingga kini belum ada kasus Nipah yang dikonfirmasi di negara tersebut. 

Namun karena virus Nipah dianggap sangat berbahaya dan tidak memiliki vaksin atau pengobatan khusus, pengawasan pun makin diperketat khususnya pada pintu masuk internasional. 

Pemerintah juga memerintahkan departemen terkait untuk terus memantau situasi, memperluas koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta memastikan sistem kesehatan siap jika diperlukan.  
Sebagai informasi, virus Nipah adalah penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah (fruit bats) sebagai salah satu reservoir alami virus ini. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui makanan yang terkontaminasi. 

Infeksi Nipah pada manusia dapat menyebabkan gejala serius seperti demam tinggi, ensefalitis (radang otak), serta gangguan pernapasan. Karena tingkat kematian akibat infeksi Nipah diperkirakan sangat tinggi dan belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus, langkah pencegahan menjadi salah satu strategi utama yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan.  

Sebelumnya India BBC merilis Otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus virus Nipah sejak Desember lalu. Kementerian Kesehatan India menyatakan sekitar 196 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien telah dilacak dan menjalani tes, dengan hasil negatif.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui babi dan kelelawar buah. Penularan antarmanusia juga dapat terjadi, termasuk melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk mengobati infeksi virus Nipah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar sepuluh penyakit prioritas global, bersama dengan Covid-19 dan Zika, karena potensi wabah dan dampaknya yang serius terhadap kesehatan masyarakat.

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 14 hari. Gejala awal umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Pada sebagian pasien, kondisi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan, perubahan kesadaran, hingga pneumonia.
Dalam kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak yang berpotensi fatal. Meski demikian, ada pula kasus di mana penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Pemerintah di berbagai negara Asia diimbau untuk meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan, terutama di pintu masuk internasional, guna mencegah penyebaran virus lintas negara.(okezone.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.