Kamis, 02 Jul 2026

Wibawa Presiden Tak Diukur dari Gaji Besar

Sabtu, 19 Sep 2015 09:14
Ilustrasi
Presiden Jokowi
JAKARTA - Besar kecilnya gaji seorang presiden tak akan mempengaruhi wibawanya. Setidaknya pendapat ini bisa dijadikan pegangan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusulkan naik gaji oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), selaku partai pengusungnya.

Pengamat politik Arya Fernandes mengatakan, wibawa seorang presiden tidak bisa diukur dari besar kecilnya gaji yang didapatkan. Namun, lebih kepada komitmennya dalam menciptakan kesejahteraan rakyat.

"Wibawa presiden tidak diukur dari berapa besar gajinya, tapi dilihat dari komitmen dia sejahterahkan masyarakat, dan itu dipengaruhi kepemimpinan presiden yang kuat. Jadi tidak bisa diukur besar kecilnya gaji," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (19/9/2015).

Arya menambahkan, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), gajinya lebih kecil dari Gubernur Bank Indonesia. Tetapi hal tersebut nyatanya tak melunturkan wibawa SBY di depan publik.

"Terbukti dia (SBY) bisa terpilih dua kali jadi presiden, dan artinya gaji kecil dikatakan bisa menurunkan wibawa itu tidak tepat," tuturnya.

Kendati demikian, Arya menilai gaji presiden yang saat ini di kisaran Rp60 jutaan memang pantas untuk dinaikkan. Namun, sebaiknya tidak dilakukan saat kondisi perekonomian Tanah Air sedang lesu kendati kenaikan gaji presiden tak mempengaruhi struktur APBN.

"Kalau menurut saya memang sebaiknya presiden diapresiasi dengan kinerja layak, bisa dengan gaji yang tinggi. Tapi kalau kita lihat situasi ekonomi sekarang sebaiknya agar presiden mununjukan keprihatinan. Ini bukan waktu yang tepat untuk menaikkan gaji presiden. sama juga DPR yak, mungkin sampai situasi sudah stabil," katanya.

Presiden Jokowi sendiri sudah menanggapi mengenai usulan tersebut. Dirinya merasa malu bila harus membicarakan soal kenaikan gaji di tengah melemahnya perekonomian Indonesia.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor