Alasan Jemaat Belum Makamkan Pendeta Paulus
Senin, 28 Sep 2015 09:04
Salah seorang jemaat gereja itu, Pendeta Gereja Kristen Tabernakel di Banjarnegara, Dwijo membenarkan jika sang pendeta disemayamkan di sebuah pendapa yang berada di belakang gereja, hingga hari ini.
Menurut Dwijo, mereka mempercayai, dan meratapi kematian Pendeta Paulus selama 30 hari. Seperti kisah Nabi Musa yang setelah meninggal, umatnya meratapi kematian Musa selama tiga puluh hari. "Pendeta Paulus ini bagi kami adalah pemimpin, seperti Musa,"ujarnya kepada wartawan di lokasi, Minggu (27/9/2015).
Dia menjelaskan, jika pendeta tersebut pernah melakukan penelitian bukan ramalan tentang hari kiamat pada 2029. Tahun 2012, Paulus menggelar konfrensi pers di Yogya yang dihadiri peserta dari Indonesia dan luar negeri.
"Itu bukan ramalan. Kalau ramalan itu tidak ada dasar, tapi ini ada perhitungannya dan ada dasarnya yaitu dari Injil,"tandas pria yang sudah dua hari menginap di gereja tersebut.
Humas Gereja Kriten Tabelnakel, Pendeta Sundang Raja Guguk menambahkan, umat meyakini pendeta yang meninggal karena mengidap diabetes 11 September lalu, ini akan bangkit setalah 30 hari. "30 Hari kami tetapkan sebagai masa berkabung,"katanya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berharap, masyarakat menghormati keyakinan dan menjaga kondisifitas warga. "Kami mempersilakan untuk menjalani kepercayaan sesuai hati nurani. Kami harap masyarakat tetap menjaga kondusifitas Yogyakarta,"jelasnya.
Dari pantauan, gereja berwarna orange beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 164, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta itu tampak sepi dari luar.
Informasi yang dihimpun, Pendeta Paulus sendiri merupakan ketua Sinode Gereja Kristen Tabernakel yang berpusat di Yogyakarta dan memiliki gereja lebih dari 50 di seluruh Indonesia. Gereja Kristen Tabernakel berdiri sejak awal tahun 80-an.
Selundupkan Narkoba dalam Karung Beras Basmati, Dua Pelaku Ditangkap Polisi
Kepolisian membongkar penyelundupan narkoba jenis etomidate dan ekstasi disembunyikan dalam kemasan beras basmati asal India. Dua pria berinisial T (26) dan Y (29) ditangkap kepolisian di indekos kawa
Bukan Lagi Soal Gadget, Wamenkomdigi Beberkan Arah Baru Literasi Digital
Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan program literasi digital yang selama ini berfokus pada penggunaan gawai dan internet tidak lagi memadai untuk menj
Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dihukum Berat
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus pada kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki (29). Selama tiga tahun terakhir, Yuvita mengalami kekerasan yang dil
108 Kontingen MTQ Inhu Berangkat ke Kuansing, Bidik Posisi Empat Besar
INHU-Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ir. H. Hendrizal, M.Si, secara resmi melepas keberangkatan kontingen Kabupaten Indragiri Hulu untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi y
Ketua Bawaslu RI Langsung Turun Verifikasi Calon PAW Bawaslu Rohil
BAGANSIAPIAPI-Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja, langsung hadir ke Bawaslu Rokan Hilir untuk memferivikasi calon anggota pengganti antar waktu (PAW), pada Kamis (25/6/2026) di Kota Bagans