BPBD Deteksi Pergerakan Tanah di Dua Kecamatan Karanganyar
Senin, 14 Des 2015 15:46
Informasi yang dihimpun, BPBD mengantongi data tanah di rumah milik empat warga Desa Girimulyo, Ngargoyoso, mengalami retak. Tanah itu milik Suradi, 62, Suparyo, 50, Sutarno, 55, dan Slamet, 40. Empat rumah itu dihuni 15 orang.
Imbas dari gerakan tanah dapat dilihat di bagian dalam dan luar rumah. Anggota BPBD sudah mengecek dan mendata. Rutin dipantau. Panjang tanah yang retak 24 meter dan lebar 3 sentimeter (cm).
"Informasi di lapangan, gerakan tanah terjadi sejak kali pertama hujan pada awal Desember," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar, Nugroho, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, di kutip dari Solopos.com, Senin (14/12/2015).
Foto dokumentasi milik BPBD Kabupaten Karanganyar memperlihatkan dinding dan lantai rumah retak. Lantai rumah sudah berkeramik. Lantai yang retak itu turun beberapa sentimeter. Menurut Nugroho, warga yang dinding rumahnya retak sudah berupaya menambal bekas retak.
"Setelah ditambal itu retak lagi. Ini [memperlihatkan foto] buktinya. Bekas tambalan bersebelahan dengan retakan baru," tutur dia saat menjelaskan foto dokumentasi hasil pendataan di lapangan.
BPBD Kabupaten Karanganyar juga mendeteksi gerakan tanah lainnya di Dusun Dukuh, Desa Koripan, Matesih. Lebar tanah dan dinding yang retak sekitar 15 cm. Gerakan tanah terdeteksi di sejumlah rumah warga. Nugroho mengklaim jumlah warga yang terkena imbas gerakan tanah nyaris satu RT atau 40-45 rumah.
"Ada yang balok kayu penyangga atap itu terpisah dari tembok dinding. Kami sudah mendata semuanya," jelas dia.
BPBD Kabupaten Karanganyar melakukan sejumlah upaya. Mereka mengantisipasi retak tidak melebar, seperti menambal bekas retak untuk menahan agar tidak cepat melebar, mengalihfungsikan lahan dari basah ke kering, membuat saluran air di sekitar rumah, dan menanam pohon yang bisa menahan gerakan tanah.
"Sosialisasi rutin digelar. Imbauan dan ajakan menanam pohon. Kami menyarankan pohon salak. Di sana kan memang potensi [salak]. Itu cukup bagus menahan gerakan tanah karena salak itu tanaman rumpun atau bergerombol," ungkap dia.
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit