Minggu, 12 Jul 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Bak Kubangan Kerbau, Jalan Seberang Pembenaan, Reteh Inhil Hancur Tak Kunjung Diperbaiki

Nusantara,

Bak Kubangan Kerbau, Jalan Seberang Pembenaan, Reteh Inhil Hancur Tak Kunjung Diperbaiki

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 12 Jul 2026 17:37
TRIBUNPEKANBARU.COM
PEKANBARU â€" Sebuah mobil pikap terjebak di tengah kubangan lumpur. Rodanya masuk ke lubang dalam yang menganga di badan jalan.


Di belakangnya, kendaraan roda dua dan roda empat mengantre. Pengendara terpaksa bergantian mencari sisi jalan yang masih bisa dilewati.

Pemandangan itu bukan terjadi di jalan perkebunan. Kondisi tersebut terlihat di Jalan Penunjang, Desa Seberang Pembenaan, Kecamatan Reteh.

Jalan yang sudah puluhan tahun rusak ini merupakan jalan lintas yang menghubungkan dua. Yakni kecamatan, Keritang dan Reteh.

Akses yang ini menghubungkan Kota Baru menuju Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Kerusakan jalan itu kembali menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial.


Lubang besar dan kubangan lumpur terlihat menutupi hampir seluruh badan jalan. Pengendara harus melaju perlahan agar tidak terperosok.

Baca juga: SPMB di Inhu, Siswa dari Inhil Boleh Mendaftar ke Inhu, Ini Penjelasan Disdikbud

Bagi warga setempat, kondisi tersebut bukan persoalan baru. Jalan rusak itu disebut telah mereka hadapi selama puluhan tahun.

Warga Seberang Pembenaan, Edi Samsudin atau Udin, mengaku kecewa. Menurutnya, akses utama masyarakat tersebut tak kunjung mendapat penanganan secara menyeluruh.

"Tidak ada perhatian sedikit pun dari pemerintah. Jalan kami dibiarkan rusak, padahal kami bayar pajak juga," kata Udin, Jumat (10/7/2026).

Ia mengakui perbaikan pernah dilakukan. Namun, pekerjaan tersebut dinilai tidak pernah benar-benar tuntas.

Bahkan, menurut Udin, ada bagian jalan yang hanya disemenisasi separuh. Setelah itu, pekerjaan berhenti dan tak lagi dilanjutkan.

"Kalau pun ada perbaikan, dikerjakan setengah hati. Ada jalan yang disemenisasi hanya separuh, lalu dibiarkan sampai puluhan tahun tidak dilanjutkan lagi," ujarnya.

Kondisi semakin parah saat hujan turun. Badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan licin.

Warga harus ekstra hati-hati. Risiko terjatuh mengintai pengguna sepeda motor, termasuk anak-anak yang setiap hari melewati jalan tersebut untuk berangkat sekolah.

"Kasihan warga, anak sekolah, apalagi kalau pas hujan. Lumpur semua, jalan licin," ungkapnya.

Kerusakan jalan juga berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Waktu perjalanan menjadi lebih lama karena kendaraan harus berjalan pelan dan bergantian melewati titik kerusakan.


Warga berharap pemerintah tidak lagi melakukan perbaikan secara setengah-setengah. Mereka meminta jalan tersebut ditangani secara menyeluruh agar aman dilalui.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, menegaskan ruas tersebut bukan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

Menurut Zulfahmi, Jalan Penunjang Seberang Pembenaan yang menghubungkan Kota Baru, Kecamatan Keritang menuju Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, berstatus jalan kabupaten.

Karena itu, penanganan dan pemeliharaan ruas tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Warga kini menanti langkah nyata pemerintah daerah. Sebab, bagi masyarakat Seberang Pembenaan, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, tetapi akses utama untuk sekolah, bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.


(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/tribuntembilahan/1109109/bak-kubangan-kerbau-jalan-seberang-pembenaan-reteh-inhil-hancur-tak-kunjung-diperbaiki?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki