Minggu, 12 Jul 2026
Sosial,
Haul Sultan Siak Dipadati Ribuan Jemaah
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 12 Jul 2026 17:25
TRIBUNPEKANBARU.COM
SIAK - Lantunan ayat suci Alquran, zikir, dan doa menggema dari lapangan Siak Bermadah.
Ribuan masyarakat duduk bersaf, larut dalam suasana khusyuk mengikuti Haul Sultan Siak ke-60, sebuah tradisi tahunan untuk mengenang para Sultan Siak yang telah mewariskan sejarah, peradaban, dan perjuangan bagi negeri ini.
Sejak sore, masyarakat mulai berdatangan. Tokoh agama, tokoh adat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga keluarga Kesultanan Siak menyatu dalam satu majelis doa.
Sebelum malam puncak berlangsung, rombongan lebih dahulu melaksanakan Ziarah Kubra ke Kompleks Makam Koto Tinggi dan Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu Kesultanan Siak.
Suasana semakin syahdu ketika Habib Muhammad Taufiq bin Aqil Assegaf membacakan manaqib Sultan Syarif Kasim II.
Tausiah yang disampaikan Habib Sayyid Reza Banahsan, serta kehadiran Habib Muhammad Azhar bin Alwi Assegaf, menambah kekhusyukan malam haul yang setiap tahun menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Siak.
Di hadapan ribuan jemaah, Bupati Siak Afni mengajak masyarakat tidak hanya menjadikan haul sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga momentum merawat ingatan terhadap jasa para Sultan Siak.
“Haul Sultan Siak ini merupakan bentuk pengingat sekaligus ucapan terima kasih kepada para Sultan Siak yang telah berjasa bagi agama, nusa, dan bangsa, khususnya Kabupaten Siak, melalui doa bersama dan lantunan kalimat tauhid,” kata Afni, Sabtu (11/7/2026) malam.
Menurut Afni, Kesultanan Siak meninggalkan warisan yang tidak ternilai. Salah satunya Istana Siak Asserayyah Hasyimiah yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi saksi kejayaan kerajaan Melayu.
Ia mengatakan, istana tersebut dibangun oleh para sultan tanpa pernah mengetahui apakah kelak akan dikenang oleh generasi setelahnya. Karena itu, masyarakat Siak memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga sejarah tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.
“Istana Siak dibangun tanpa beliau mengetahui apakah suatu saat nanti kita akan mengingat jasa-jasa beliau. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang para Sultan Siak dan mengirimkan doa terbaik bagi mereka,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada Sultan Syarif Kasim II, Pemerintah Kabupaten Siak telah menginstruksikan pemasangan foto Sultan Syarif Kasim II di seluruh ruang publik.
Selain itu, Mars Kabupaten Siak juga diwajibkan dinyanyikan pada setiap kegiatan seremonial setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Afni menilai kecintaan terhadap sejarah harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Menurutnya, masyarakat Siak memiliki utang sejarah kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi daerah sekaligus memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
“Sebagai anak cucu Siak, kita memiliki utang sejarah yang besar. Jangan sampai kita maupun anak cucu kita melupakan sejarah,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kesultanan Siak memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, terutama ketika Sultan Syarif Kasim II menyerahkan tahta beserta kekayaannya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan Republik ini bahwa pernah ada seorang Sultan yang rela menyerahkan harta dan tahtanya demi kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Afni menyatakan Pemerintah Kabupaten Siak akan terus menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan agar semakin diminati masyarakat. Menurutnya, ruang-ruang spiritual juga harus menjadi tempat berkumpul yang mampu mempererat kebersamaan warga.
“Jangan hanya kegiatan yang bersifat duniawi yang ramai, tetapi kegiatan keagamaan juga harus menjadi ruang berkumpul masyarakat,” ucapnya.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/tribunsiak/1109115/haul-sultan-siak-dipadati-ribuan-jemaah?page=2
komentar Pembaca