Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara Ada di Aceh Besar

Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara Ada di Aceh Besar

Sabtu, 14 Nov 2015 14:51
Waspada
Situs kerajaan Islam pertama Asia Tenggara terdapat di Aceh

BANDA ACEH - Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, bekerja sama dengan Pusat Penyelidikan Arkeologi Global Universitas Sain Malaysia Pulau Pinang serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, membuat satu seminar.

Direktur Pusat Penyelidikan Arkeologi Global USM Pulau Pinang, Prof Datok Dr Mochtar Saidin dalam keterangan tertulisnya kepada Waspada Online, Sabtu (14/11/2015), menyimpulkan dari hasil seminar arkeologi ini, bahwa berdasarkan temuan askavasi terhadap sejumlah benda kuno, terbukti pusat Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara didirikan di desa Lamreh Aceh Besar yang lebih dikenal dengan situs Kerajaan Lamuri, yakni berdiri pada awal abad ke-11 Masehi.

"Pernyataan ini berdasarkan hasil penelitian saya sejak tahun 2012 hingga 2015, dari ratusan nisan kuno, pecahan keramik kuno dan serpihan peralatan dapur dan wadah upacara ritual Hindu kuno, berkisar antara tahun l003 Masehi hingga tahun 1386 Masehi," jelas Prof Datok Dr Mochtar Saidin, di hadapan sekitar 400 peserta, Kampus Unsyiah.

Penelitian dan penyelidikan serupa pernah dilakukan USM Pulau Pinang di Birma (Siam), Kamboja, Malaysia Thailand, Philipina dan Brunei Darusalam.

"Situs artifak yang ditemukan di masing-masing negara tadi jauh lebih muda. Bahkan lebih muda dari situs yang ada di Samudra Pasai," ungkap Prof Arkeologi lulusan Harvard University AS itu, membenarkan hasil kajiannya selama tiga tahun.

200 Hektare

Meskipun cukup melelahkan menyesar seluas 200 hektar areal sebaran situs, di atas punggung perbukitan hingga di kedalaman laut 15 meter untuk mendapatkan batu nisan dan artifak lainnya tergerus oleh hantaman tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004.

Datok Mochtar dalam kesempatan itu menyarankan hasil penyelidikan bersama tim Arkeologi Universitas Syiah Kuala dan relawan dari Masyarakat Pencinta Sejarah Aceh (MAPESA), supaya dilaporkan kepada Pemerintah RI dan Pemerintah Aceh agar dilakukan pembebasan lahan.

Langkah selanjutnya disiapkan sebuah Pusat Riset Sejarah Islam Asia Tenggara dan sarana pendidikan sejarah Islam bagi generasi akan datang. Menurutnya ada tiga sentra situs besar berdiri di Desa Lamreh kelak mampu dipersatukan menjadi sebuah pusat kajian arkeologi nusantara terpenting di Aceh. Yakni situs Kerajaan Lamuri, situs Benteng Pasukan Armada Laut Perempuan Aceh ketika mengusir Portugis pada abad ke 15, Benteng Inong Balee dan situs Makam Laksamana Laut Keumala Hayati.

Didampingi Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim, Datok Mochtar, merasa optimis bahwa hasil temuan tim arkeologi yang dipimpinnya akan menjadi salah satu sumbangan besar bagi sejarah kebudayaan Islam nusantara di Asia Tenggara.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.