Masyarakat Maluku Harus Bersatu Lindungi Sumber Daya Alam
Jumat, 04 Des 2015 08:34
Belum diketahui, apakah akan dibangun kilang terapung di laut ataukah di darat. Masyarakat Maluku menginginkan agar pengelolaan blok Masela ini harus dapat mensejahterakan daerah penghasil, yang saat ini berada di peringkat empat termiskin di Indonesia.
Pengelolaan Blok Migas ini dibahas dalam seminar regional yang berlangsung di Universitas Darusalam (Unidar) Ambon, yang menghadirkan narasumber, Direktur Archipelago Solidarity Foundation (Arso), Engelina Pattiasina; Ketua Forum Perjuangan Kebangsaan Maluku (FKPM), Amir Hamzah; Pembantu Rektor II Universitas Pattimura Ambon, Prof.Dr.M.J Sapteno; dan Anggota DPRD Maluku, Dharma Oratmangun.
"Masyarakat Maluku bersatu melawan intervensi asing dalam bentuk apapun, yang berusaha untuk mengabaikan hak–hak masyarakat Maluku atas SDA, khususnya Migas," kata Rektor Unidar, Dr. Ibrahim Ohorella dalam keterangan persnya, Kamis (4/12/2015).
Selain itu, ia mendorong seluruh komponen masyarakat adat di Maluku untuk bersatu mempertahankan eksistensi adat istiadat, dan hukum adat melalui lembaga adat.
"Pemerintah daerah, DPRD, DPD dan DPR RI, lembaga adat, organisasi politik, tokoh nasional, dan masyarakat Maluku untuk bersatu mengawal proses pengelolaan sumber Migas di Maluku," tegasnya.
Direktur Archipelago Solidarity Foundation (Arso), Engelina Pattiasina menambahkan, di dalam Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 menyebutkan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Dengan demikian, negara wajib menaati konstitusi dan harus bertanggung jawab untuk memaksimalkan benefit dari blok Masela secara berkeadilan, khususnya masyarakat adat sebagai pemilik sumber daya alam," tegas Engelina.
Dia juga mengingatkan, rencana pembangunan kilang terapung untuk gas Masela hanya menguntungkan investor semata, tetapi tidak memperhatikan dampak ekonomi bagi masyakat Maluku. Jika pabrik pengolahan gas berada di darat, Indonesia bisa membangun kota yang lebih besar dari Balikpapan.
Sementara itu, Anggota DPRD Maluku, Dharma Oratmangun meminta Maluku harus memperjuangkan hak pengelolaan Blok Migas dan bagi hasil yang adil, karena memiliki sumber daya alam yang sangat besar.
"Melimpahnya sumber Migas di Maluku, perlu diantisipasi proxy war, dalam memperebutkan energy. Hal mulai terlihat pada pengelolaan blok Masela," ujar Dharma.
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit