Menyoroti Nasib Juru Kunci Hutan
Kamis, 12 Nov 2015 15:31
Meski baru 2-3 bulan karhutla di beberapa provinsi terbakar, namun jumlah biaya yang dibutuhkan untuk pemadamannya sangat mahal. Bahkan mencapai Rp385 miliar.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, mengungkapkan untuk melakukan pemadaman menggunakan helikopter dengan metode water bombing misalnya, dana sebesar USD6.000 harus dikeluarkan.
Untuk sewa helikopter untuk water bombing itu USD6.000 per jam. Kalau TMC, kalau pakai pesawat TNI AU, ya enggak bayar. Menurutnya, pihak mana pun tidak seharusnya melakukan pembakaran hutan dan lahan. Selain berdampak ke berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan lain-lain, biaya untuk melakukan pemadaman juga sangat besar.
Dari apa yang diungkapkan di atas dapat diketahui bahwa biaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan sangat tinggi. Mencapai ratusan miliar. Karena itulah mari jaga hutan dan lahan yang ada di seliling kita agar jangan terbakar. Sehingga uang yang ratusan miliar itu bisa disalurkan untuk kebutuhan masyarakat miskin, seperti sekolah gratis, kesehatan, bedah rumah dan lain sebagainya.
Namun faktanya, selama ini kita tidak peduli dengan keselamatan dan kelestarian hutan. Begitu hutan dan lahan terbakar ratusan jenis flora dan fauna terbakar atau pun rusak habitatnya. Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana Lapan, Parwati Sofyan menyebutkan total luas lahan dan hutan terbakar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 2,1 juta hektare.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan luas lahan dan hutan yang terbakar tersebut setara dengan 1,9 juta luas lapangan sepak bola atau mencapai 32 kali luas wilayah Ibu Kota Jakarta. Atau luasan lahan kira-kira segitu bisa juga setara empat kali Pulau Bali.
Mengapa divonis kita tidak cinta dan kurang peduli dengan hutan dan lahan? Setidaknya ini tergambar dari nasib Aprisal seorang 'juru kunci' hutan TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat). 'Kisah Cinta' Aprisal menjaga hutan beserta flora dan faunanya sejak tahun 1998 silam atau 17 tahun lalu telah dimuat Haluan pada halaman pertama edisi Rabu (11/11/2015). Dari kisah itu tergambar betapa dia dengan hati sanubarinya mencintai hutan beserta isinya.
Meski hanya sempat selama empat tahun mendapat perhatian dari pemerintah berupa uang Rp100.000 perbulan (dari 1998-2003), namun di luar itu dia tetap mengawasi hutan Lengayang yang masuk kawasan TNKS meski tak digaji sama sekali. Dia senantiasa menjaga Hutan Lengayang dari penebang liar, para peburu dan lain sebagainya. Sedangkan semua orang atau lembaga yang ingin mengadakan penelitian hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu di tengah hutan belantara, Aprisal selalu mendampingi dengan senang hati. Risiko selaku penjaga hutan, tidak sedikit orang yang benci, karena niat orang itu ingin merusak kelestarian hutan terhalang oleh Aprisal.
Sudah lebih 10 tahun, Aprisal tidak mendapat perhatian dari pemerintah dalam menjalankan tugas dan kecintaannya menjaga hutan. Tapi baginya itu tidak masalah. Yang dia inginkan hutan tetap lestari bersama dengan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Di tengah-tengah maraknya pembakaran hutan dan lahan, sangat terasa peran Aprisal-Aprisal lainnya pada berbagai hutan di tanah air. Mungkin dibutuhkan ratusan atau ribuan Aprisal untuk menjaga jutaan hektare hutan dan lahan.
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah mendiskusikan bagaimana mengupayakan pencegahan kebakaran hutan pada masa mendatang. Kebakaran sudah berjalan 18 tahun dan tiap tahun mahal biaya pemadaman yang dikeluarkan oleh Negara. Menurutnya akan lebih efektif dan hemat jika yang dilakukan adalah langkah-langkah pencegahan ketimbang memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Di sanalah peran Aprisal-Aprisal.
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit