Miris, Warga Perbatasan di Kalbar Tak Kenal Rupiah
Rabu, 02 Des 2015 14:26
Kepala Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Gak Muliadi menyatakan seluruh warga sekira 900 Kepala Keluarga (KK) di dua dusun tersebut selama ini mengunakan ringgit mata uang Malaysia untuk melakukan transaksi.
"Kalau mengunakan ringgit Malaysia sudah lama karena jarak ke Malaysia dari desa itu hanya 15 menit saja, sementara ke Kota Entikong sekira 8 jam dan jika musim hujan bisa 10 jam perjalanan dan itu pun hanya bisa lewat sungai," ungkapnya kepada Okezone di Entikong, Rabu (2/12/2015).
Jika diprosentasikan, Gak Muliadi menerangkan hanya 40 persen warga setempat yang menggunakan rupiah, sementara 60 persen warga menggunakan ringgit Malaysia.
"Sebenarnya tergantung dari warungnya kalau ada uang rupiah bisa tapi rata-rata mereka menggunakan ringgit Malaysia," jelasnya.
Dikatakan Gak Muliadi, warga di dua dusun itu sebenarnya tidak menginginkan menggunakan ringgit Malaysia untuk memenuhi keperluan, namun hal tersebut dianggap menjadi sebuah keharusan mengingat keadaan kawasan yang sangat jauh dari kawasan Indonesia.
"Warga di dua dusun tersebut sama sekali tidak punya kendaraan, di tempat kami motor dan mobil satu pun tidak ada. Sementara kalau ke Malaysia jalan kaki hanya memerlukan waktu setengah jam. Bandingkan kalau ke Entikong harus memakan waktu lama dengan biaya yang mahal," paparnya.
Dokter Tak Ada
Selain infrastruktur yang tidak ada, diakuinya fasilitas lain seperti puskesmas dan bidan juga tidak tersedia di dua dusun tersebut.
"Jadi kalau ada yang sakit parah ibaratnya tinggal memanjatkan do'a saja karena puskesmas tidak ada, apalagi dokter," ujarnya sembari tersenyum.
Bahkan, ditambahkan Gak Muliadi hingga hari ini orang nomor satu di Kalbar atau Gubernur Kalbar Cornelis, belum pernah menginjakkan kakinya di garda terdepan RI tersebut.
"Gubernur Kalbar sama sekali belum pernah ke sini," pungkasnya.
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit