Minggu, 28 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Panglima TNI Beri Pembekalan kepada 173 Pati TNI-Polri

Nusantara

Panglima TNI Beri Pembekalan kepada 173 Pati TNI-Polri

Laporan : Jonathan Surbakti
Jumat, 29 Jan 2016 21:15
Kabidpenum Puspen TNI
Panglima TNI Beri Pembekalan kepada 173 Pati TNI-Polri
JAKARTA-Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan pembekalan kepada 173 Perwira Tinggi (Pati) TNI dan Polri  pada peserta Rapat Pimpinan TNI-Polri tahun 2016 dengan tema "Dilandasi Professional Dan Revolusi Mental. Sinergi TNI-Polri Siap Mengamankan Kebijakan Pemerintah" di Auditorium STIK dan PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/01/2016).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan pembekalannya yang judul "Peran TNI Dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah Bidang Ekonomi dan Dampak Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)". Pemilihan judul tersebut, karena melihat perkembangan lingkungan strategis, mulai dari tataran global, regional maupun nasional, serta memahami ancaman dan tatangan bangsa kedepan.

"Tingkat global perlu mencermati beberapa permasalahan global mulai dari pesatnya populasi pertumbuhan penduduk dunia, menipisnya energi, serta kelangkaan pangan dan air. Peningkatan penduduk dunia yang sebelumnya membutuhkan waktu ratusan tahun sekarang menjadi jauh lebih singkat," kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, dari pihak organisasi world populasi balance dengan hasil penelitiannya bahwa dengan standart hidup masing-masing, idealnya bumi hanya dapat menampung 3 sampai 4 miliar penduduk, hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan demografi dan berpotensi menciptakan konflik di masa depan.

Selanjutnya bangsa Indonesia memiliki dua modal yang sangat kuat, yakni modal geografi dan modal demografi. Dengan modal geografi yakni semua potensi untuk menjadi agraris yang berkelimpahan sumber daya alam dan sekaligus negara maritim dengan semua potensi yang besar yang jika kedua potensi tersebut dikembangkan akan menjadi kekuatan dan daya tawar yang sangat besar bagi bangsa ini. Tidak hanya kesejahteraan rakyat yang dicapai, tetapi juga ketahanan nasional yang tangguh. Pada saat yang sama, modal demografi yang dimiliki yakni Pancasila. Dalam dasar negara, Pancasila merupakan pedoman ampuh yang tak lekang oleh waktu dan jaman.

Penjelasan dari Pancasila itu meliputi Sila Pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa", merupakan pedoman dalam cara kita beragama. Sila Kedua, "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab", merupakan pedoman dalam berinteraksi dengan sesama manusia, baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia. Sila Ketiga, "Persatuan Indonesia", merupakan pedoman cara kita bernegara, kekuatan kita dalam bernegara adalah persatuan, bukan lainnya. Sedangkan Sila Keempat, "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan", merupakan pedoman dalam berdemokrasi. Jika semua itu kita jalankan dengan baik, niscaya Sila Kelima, "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", akan dapat kita capai. Namun, seiring dengan derasnya arus globalisasi, nilai-nilai tersebut sudah mulai terkikis.

"Kita harus menyatukan tekad untuk kembali kepada nilai-nilai asli dan kearifan lokal bangsa Indonesia serta mengimplementasikan kembali Pancasila secara benar dan utuh dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut dijelaskan, kearifan lokal masyarakat Indonesia sudah merupakan kekuatan yang terbukti mampu mengantarkan bangsa ini meraih kemerdekaan dan melewati berbagai ancaman yang mengganggu jalannya pembangunan nasional selama ini, dengan demikian Peran TNI dan Polri sangat strategis melalui gotong-royong menuju kesejahteraan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rapat pimpinan TNI-Polri yang dilaksanakan 1 hari dibuka oleh Presiden RI bapak Ir. H. Joko Widodo, dan diteruskan dengan foto bersama serta peninjauan pameran teknologi Kepolisian (jon/rsl)

 
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.