Ratusan Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV/AIDS
Sabtu, 26 Sep 2015 08:53
Menurut Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Didik Eka, kasus baru ini relatif tinggi bila dibandingkan tahun sebelumnya.
"Trennya meningkat dibanding tahun sebelumnya, "ujar Didik kepada wartawan, Jumat (25/9/2015).
Selama tahun 2014, tercatat sebanyak 272 kasus dan angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2013 sebanyak 152 kasus. Sementara di tahun 2012 dan 2011 masing-masing ditemukan 144 kasus dan 207 kasus. Sejak tahun 2006, kata Eka total akumulasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung mencapai 1.174 kasus.
Sesuai data KTP, 757 Odha diantaranya warga Tulungagung, kemudian 158 Odha warga Blitar, 149 Odha warga Trenggalek, 46 Odha dari Kediri, dan 64 Odha dari berbagai daerah lain. "Dari jumlah akumulasi itu sebanyak 284 Odha telah meninggal dunia, " sambungnya.
Kata dia, penderita Odha didominasi karyawan swasta dengan jumlah 318 orang. Sedangkan kelompok ibu rumah tangga menempati urutan kedua terbanyak, yakni 251 jiwa. Menurut Eka ibu rumah tangga rata rata tertular dari suaminya. Kondisi ini diperparah kebiasaan mereka yang jarang memeriksakan kondisi kesehatanya.
"Sedangkan jumlah Odha dari kelompok pekerja seks justru berada dibawah kelompok ibu rumah tangga yakni 200 jiwa. Sebab pekerja seks rutin memeriksakan kesehatanya," jelasnya.
Lebih jauh Eka menjelaskan, bahwa sebagian besar Odha yang teridentifikasi berasal rujukan institusi medis. Hal itu dapat diartikan tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke klinik VCT masih rendah.
"Catatan KPA sebanyak 659 Odha diketahui dari rujukan medis. Sedangkan selebihnya yang berjumlah lebih kecil setelah memeriksakan diri ke klinik VCT," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, aktivis Pusat Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tulungagung, Imam Ma'ruf mengatakan Kabupaten Tulungagung sudah layak disebut darurat HIV/AIDS.
Sebab kasus HIV/AIDS setiap tahunnya terus meningkat. Ia mensinyalir ada penanganan kasus HIV/AIDS yang perlu dievaluasi.
"Sebab penanganan kasus itu logikanya adalah menekan angka sekaligus meminimalisir faktor penyebabnya. Jangan jangan ada penanganan yang salah," ujar Imam.
Bukan Lagi Soal Gadget, Wamenkomdigi Beberkan Arah Baru Literasi Digital
Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan program literasi digital yang selama ini berfokus pada penggunaan gawai dan internet tidak lagi memadai untuk menj
Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dihukum Berat
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus pada kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki (29). Selama tiga tahun terakhir, Yuvita mengalami kekerasan yang dil
108 Kontingen MTQ Inhu Berangkat ke Kuansing, Bidik Posisi Empat Besar
INHU-Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ir. H. Hendrizal, M.Si, secara resmi melepas keberangkatan kontingen Kabupaten Indragiri Hulu untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi y
Ketua Bawaslu RI Langsung Turun Verifikasi Calon PAW Bawaslu Rohil
BAGANSIAPIAPI-Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja, langsung hadir ke Bawaslu Rokan Hilir untuk memferivikasi calon anggota pengganti antar waktu (PAW), pada Kamis (25/6/2026) di Kota Bagans
Pemkab Siak Jamin Anak Tanpa Kelengkapan Identitas Tetap Bisa Ikut SPMB 2026
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak menjamin seluruh anak usia sekolah tetap dapat mendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026 meskipun belum memiliki kelengkapan identitas kependudukan. Kepast