Jumat, 26 Jun 2026

Ribuan Sawit Milik Warga Dirobohkan

Selasa, 29 Sep 2015 11:58
Okezone
Pohon Sawit Dirobohkan
BENGKULU - Sebanyak 2.300 tanaman sawit berumur sekira 10 tahun di lahan seluas sekira 23 hektare (Ha), di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Air Hitam, Desa Air Hitam, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dirobohkan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Perobohan ribuan tanaman sawit itu terjadi di tiga kecamatan. BKSDA Bengkulu menerjunkan satu unit alat berat serta 10 chain saw. Saat perobohan tanaman sawit, tidak ada perlawanan dari warga setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Anggoro Dwi Sujiarto mengatakan, kawasan konservasi TWA yang telah ditanami sawit terdapat di tiga kecamatan, mulai Kecamatan Ipuh, Sungai Rumbai, hingga Pondok Suguh.

"Sebelum pembersihan tanaman sawit, kita telah melakukan pendekatan dengan warga, perangkat desa, dan camat. (Seluas) 23 hektare itu sisa dari 60 hektare yang sebelumnya telah dibersihkan," kara Anggoro, kepada Okezone, Selasa (29/9/2015).

Operasi pembersihan tanaman sawit di kawasan TWA, lanjut Anggoro, merupakan operasi lanjutan BKSA yang telah melakukan pembersihan tanaman sawit di TWA. Tujuannya, terang dia, untuk mengembalikan fungsi semula TWA yang selama ini sebagai tempat pendaratan penyu.

"Ini operasi lanjutan, sebelumnya kita sudah membersihkan tanaman sawit yang masuk TWA. Waktunya pembersihan secara keseluruhan sekira satu minggu,'' jelas dia.

Anggoro menambahkan, usai pembersihan sawit, petugas BKSDA di Kabupaten Mukomuko akan memantau terus lokasinya agar warga tidak kembali menanami sawit di kawasan TWA Air Hitam.

"Kita meminta kepada warga agar menjaga TWA, dan tidak menanam kembali tanaman sawit di TWA Air Hitam," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, operasi pembersihan tanaman sawit juga mendapat pengawalan polisi bersenjata lengkap serta melibatkan anggota Polsek Pondok Suguh, Polsek Ipuh, prajurit Koramil 0423-02/Ipuh, serta perangkat desa dan warga desa setempat.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 10:14

    Analisis Bos PPI soal Prabowo Beri Peringatan ke Pihak yang Bayar Demo

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku tahu pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai peringatan tersebut menandakan bahwa aksi y

  • Jumat, 26 Jun 2026 10:11

    Pria di Mamuju Curi Emas 68 Gram Milik Tetangga, Dipakai Main Judol

    Mamuju - Pria di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berinisial FD (30) mencuri uang dan emas seberat 68 gram milik tetangganya. Emas hasil curian itu digadai untuk bermain judi online (judol)

  • Jumat, 26 Jun 2026 10:07

    Survei Litbang Kompas: Tingkat Kepercayaan Publik ke Polri Naik Jadi 82,4%

    Jakarta - Institusi Polri menunjukkan tren positif dalam Survei Litbang Kompas terbaru. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri versi Survei Litbang Kompas naik signifikan.Survei Litbang Kompas menc

  • Jumat, 26 Jun 2026 10:04

    Kejari Serang Hentikan Kasus Sabu Lewat RJ, Terdakwa Direhabilitasi di Ponpes

    Serang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menggelar proses keadilan restoratif atau restorative justice (RJ) dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti 0,5 gram. Kejari Serang

  • Jumat, 26 Jun 2026 09:55

    Inggris dan Swiss Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Juni

    London - Inggris dan Swiss mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni pada Kamis (25/6/2026), di tengah gelombang panas ekstrem yang diperparah oleh krisis iklim di Eropa.Di Ingg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.