Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Wamendagri Bima Ajak Masyarakat Bangun Pola Hidup Rendah Emisi

Nusantara,

Wamendagri Bima Ajak Masyarakat Bangun Pola Hidup Rendah Emisi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 29 Sep 2025 17:21
Jakarta-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong masyarakat membangun pola hidup rendah emisi sebagai upaya menanggulangi polusi dan pemanasan global. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada kegiatan "Jejak Langkah untuk Udara Bersih" yang berlangsung di Twin House Blok M, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Dalam paparannya, Bima menekankan bahwa perubahan pola hidup harus dilihat dalam konteks krisis iklim global. Ia mengingatkan bahwa istilah global warming kini bergeser menjadi global boiling atau “pendidihan global”, sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berdasarkan data yang dimilikinya, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang emisi karbon terbesar, diikuti sektor pengadaan listrik dan gas, serta pertanian, perkebunan, dan perikanan. Adapun sektor transportasi menempati urutan keempat secara nasional. Meski demikian, karena paling dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, sektor ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah (Pemda).

Menurut Bima, transportasi yang nyaman, ramah lingkungan, berkelanjutan, serta terjangkau tidak hanya berfungsi mengurangi emisi karbon, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018, pengeluaran masyarakat untuk transportasi mencapai 12,46 persen dari total biaya hidup masyarakat Indonesia. Persentase itu melebihi rekomendasi Bank Dunia (World Bank) yang menetapkan pengeluaran rumah tangga untuk transportasi maksimal sebesar 10 persen.

“Transportasi publik yang ramah lingkungan itu sebetulnya juga untuk kesejahteraan,” tandas Bima.

Ia turut membagikan pengalamannya semasa menjabat Wali Kota Bogor, ketika menginisiasi kebijakan sehari tanpa kendaraan bermotor dan kampanye bersepeda. Menurutnya, perubahan kebiasaan publik memerlukan kerja sama pemerintah dan masyarakat, serta harus dibangun secara sistemik, bukan insidental.

“Saya bicara di sini dengan harapan kalian jadi aktor-aktor yang akan mengkampanyekan penggunaan transportasi publik,” imbuhnya.

Bima juga menekankan pentingnya transformasi transportasi melalui integrasi aktor (pengguna), struktur (sistem), dan kultur (budaya). Ia menilai pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk membentuk budaya baru, seperti kebiasaan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum.

“Saya langsung percaya bahwa membangun kultur itu adalah dengan cara membangun infrastruktur. Infrastruktur dibangun, maka kultur akan terbangun,” ujar Bima.

Sebagai contoh, ia memaparkan transformasi angkutan kota (angkot) di Bogor yang dilakukan dengan pendekatan kelembagaan, yakni mengorganisir pemilik angkot menjadi badan hukum, mengatur standar layanan, dan merancang sistem operasional yang lebih dapat diprediksi. Dari proses inilah muncul cikal bakal layanan terintegrasi di Bogor.

“Di sinilah akhirnya kemudian cikal bakal dari Trans Pakuan. Trans Pakuan ini, Trans Jakarta-nya Bogor,” jelas Bima.

Terakhir, Bima menyoroti manfaat sosial dan ekonomi dari transportasi umum yang baik. Selain mengurangi emisi karbon, transportasi publik menjadi medium untuk memperluas jaringan sosial, meningkatkan empati, dan membuka peluang pertemuan antarmasyarakat.

“Kita bukan hanya menambah sensibilitas kita, empati kita, tapi networking, jaringan, dan lain-lain,” tandasnya(***)

Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 10:48

    Road To RBR 2026, Polres Inhu Sukses Laksanakan Fun Run 8K, Sekaligus Penyerahan Juara Turnamen E-Sport

    INHU-Semangat olahraga, kebersamaan, dan kolaborasi antara aparat serta masyarakat terasa kuat di halaman Mako Polres Indragiri Hulu (Inhu), Minggu (21/6/2026) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan pes

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.