Kamis, 23 Apr 2026

Sepak Bola

Lima Momen Penting Suharno di Arema

Kamis, 20 Agu 2015 15:14
SINDO
Momen di mana Suharno membawa Arema Cronus menjuarai IIC 2014

MALANG-Suharno, Pelatih Arema Cronus yang dua musim terakhir berkarier di Stadion Kanjuruhan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh elemen di Arema, baik manajemen maupun suporter. Dedikasinya untuk klub tidak terbantahkan.

Baik ketika situasi sepakbola sedang kondusif maupun tak menentu, Suharno terbukti loyal kepada Singo Edan. Memang, pelatih kelahiran Klaten 55 tahun silam tersebut belum sempat mengenyam prestasi puncak sebagai juara ISL.

Walau begitu, ada beberapa momen yang menjadikan semua Aremania dan insan bola nasional angkat topi. Di bawah ini adalah beberapa momen penting yang pernah dicatat Suharno selama mencurahkan tenaga dan pikiran di Arema.

-Selamatkan Arema

Suharno tidak akan pernah dilupakan Aremania jika mengingat sejarah pada ISL 2012 silam. Dia menyelamatkan Arema dari cengkraman degradasi ketika direkrut manajemen pada paruh kedua musim tersebut. Arema yang mengalami krisis finansial dan dualisme klub saat itu, terseok-seok sejak awal musim dan terlihat bakal turun kasta. Tapi situasi berubah ketika Suharno datang dan menggantikan tugas Wolfgang Pikal. Pelan namun pasti, Arema merangkak meninggalkan zona degradasi dan akhirnya benar-benar selamat.

-Juarai Inter Island Cup

Arema kecewa berat setelah gagal ke semifinal ISL 2014 setelah dikalahkan Persib Bandung di Palembang. Namun di tempat yang sama, pada 1 Februari 2015, Arema membalas kekalahan di final Inter Island Cup 2014. Walau gelar ini kelasnya di bawah gelar liga, namun level dan gengsinya paling tinggi dibanding turnamen pramusim lainnya. Sekaligus menjadi trofi paling bergengsi yang diraih Suharno sepanjang kariernya bersama Arema.

-Sepakbola Jalanan

Sebagai pelatih, pria yang akrab disapa Once ini sangat peduli terhadap nasib sepakbola nasional. Dia sempat berbaur bersama suporter Aremania menggelar sepakbola jalanan sebagai aksi protes dihentikannya QNB League 2015 beberapa bulan silam. Suharno turun langsung dan menjadi wasit untuk suporter yang bermain bola di depan Stasiun Kota Baru, Malang. Tidak banyak pelatih yang kepedulian dan loyalitasnya demikian tinggi untuk klub, sekaligus memikirkan nasib sepakbola nasional.

-Raih Lima Gelar Turnamen

Meski belum meraih juara liga, tahun 2015 merupakan momen terbaik bagi Suharno karena memberikan lima trofi untuk turnamen untuk Singo Edan. Secara berturut-turut, Arema memenangi Trofeo Persija, SCM Cup 2015, Inter Island Cup 2014, Bali Island Cup 2015, serta terakhir Sunrise of Java Cup 2015. Dari seorang pelatih spesialis 'tim sakit' Once berubah menjadi pelatih yang haus gelar. Bisa dibilang pada 2015 ini adalah puncak kariernya jika dikalkulasi dari koleksi trofi.

-Loyalitas di Tengah Krisis

Loyalitas Suharno pada sepakbola dan Arema sangat terlihat ketika sepakbola mengalami krisis. Dia menjadi salah satu sosok yang ngotot tim Arema tetap eksis walau tim terhenti. Dalam situasi tim yang sering tidak komplit, Once tetap semangat memberikan materi latihan. Bahkan saat mengeluh sakit sejak Ulang Tahun Arema ke-28 pada 11 Agustus lalu, dia masih terus melatih tim hingga kepergiannya pada Rabu 19 Agustus 2015 malam. Bahkan saat mengembuskan nafas terakhirnya dia masih mengenakan jersey Arema.

(okezone.com)
Olahraga
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:04

    KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026, Ini Alasannya

    PEKANBARU - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, akhirnya mengambil keputusan untuk memperpanjang masa jabatan pengurus KONI Riau, periode 2022-2026, hingga 6 bulan kedepan mulai April-Sep

  • Kamis, 12 Mar 2026 16:38

    Menpora Erick Ingatkan Pentingnya Persatuan Membangun Prestasi Olahraga

    JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir mengingatkan pentingnya persatuan di antara seluruh stakeholder. Hal ini bertujuan agar prestasi olahraga Indonesia

  • Kamis, 12 Mar 2026 13:48

    Jelang Lebaran, Atlet dan Pelatih Riau Tagih Sisa Bonus PON

    PEKANBARU - Atlet dan pelatih Riau peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 hingga kini belum menerima pelunasan bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Riau. Me

  • Kamis, 12 Mar 2026 11:34

    Perang Makin Sengit! Timnas Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026

    JAKARTA - Timnas Iran memutuskan untuk mundur dalam Piala Dunia FIFA 2026. Diketahui, event terbesar olah raga tersebut akan diselenggarakan di tiga negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.â

  • Rabu, 11 Mar 2026 13:41

    Atlet Senam Riau Abiyu Raffi Belum Dapat Izin Mutasi dari Pengurus FGI

    Pekanbaru - Pengurus Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Riau  menegaskan tidak bisa memberikan izin mutasi kepada salah satu pesenam senior Riau, Abiyyu Raffi.Hal ini menyusul adanya surat rekome

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.