Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Olahraga
  • Selain Badminton, Voli, Basket, dan Tenis Meja Juga Ubah Aturan Poin

Olahraga

Selain Badminton, Voli, Basket, dan Tenis Meja Juga Ubah Aturan Poin

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 19 Agu 2025 15:50
Berita satu.com
Perubahan aturan poin dalam sebuah olahraga bukanlah hal baru. Belakangan ini, dunia bulu tangkis tengah ramai membicarakan sistem poin baru 3x45 yang akan diuji coba di ajang internasional junior.

Namun, ternyata bukan hanya badminton yang pernah mengalami perubahan, melainkan juga bola voli, bola basket, hingga tenis meja.

Evolusi aturan ini biasanya dilakukan agar pertandingan lebih menarik, sesuai kebutuhan siaran televisi, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah olahraga yang juga mengalami perubahan dalam aturan poinnya:

Perubahan Aturan Poin di Badminton
Badminton World Federation (BWF) memperkenalkan sistem poin baru 3x45 yang akan diuji coba di Piala Suhandinata 2025 di India. Sistem ini memiliki beberapa ciri khas:

Pertandingan terdiri dari tiga set, dengan format best of three.
Set dibagi menjadi lima gim, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Setiap gim hanya mencari 9 poin tanpa setting.
Satu set berjumlah total 45 poin (5 gim × 9 poin).
Minimal 6 pemain dalam tim, maksimal 16 pemain.
Interval dan aturan pergantian pemain diatur lebih ketat.
Format ini dirancang untuk mempercepat pertandingan, memberi peluang rotasi pemain, serta menambah daya tarik kompetisi beregu. Meski masih tahap uji coba, perubahan ini menandai babak baru dalam sejarah aturan poin badminton.

Evolusi Aturan Poin di Bola Voli
Sejak ditemukan pada 1895 oleh William G Morgan, bola voli sudah beberapa kali mengalami perubahan aturan. Awalnya, digunakan sistem side-out scoring, di mana hanya tim yang melakukan servis bisa mencetak poin.

Pertandingan berlangsung hingga 15 poin dengan selisih minimal 2 poin, membuat durasi permainan bisa sangat lama.

Untuk menjawab kebutuhan zaman, Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) meresmikan rally point system pada 1999. Dalam sistem ini, setiap reli menghasilkan poin, baik dimenangkan tim yang servis maupun penerima. Format set juga berubah:

Set 1-4 dimainkan hingga 25 poin.
Set ke-5 dimainkan hingga 15 poin.
Semua set harus dimenangkan dengan selisih minimal 2 poin.
Perubahan aturan poin ini membuat pertandingan lebih cepat, menarik, dan mudah dipahami penonton. Tambahan aturan seperti let serve (2001) dan peran libero juga memperkaya strategi permainan modern.

Perubahan Sistem Poin di Tenis Meja
Tenis meja yang dikelola oleh International Table Tennis Federation (ITTF) juga mengalami perubahan besar pada 2001. Sejak awal berdiri (1926), pertandingan internasional menggunakan format 21 poin per set.

Namun, aturan ini dinilai membuat durasi pertandingan terlalu panjang dan kurang sesuai untuk kebutuhan televisi.

Pada 1 September 2001, ITTF resmi menerapkan sistem 11 poin per set dengan ketentuan:

Pemain harus unggul minimal 2 poin untuk menang.
Servis berganti setiap 2 poin.
Format pertandingan umumnya best of five atau best of seven.
Dengan aturan poin baru ini, permainan menjadi lebih cepat, intens, dan atraktif, sehingga lebih digemari penonton global.

Revolusi Poin dalam Bola Basket
Bola basket juga mengalami perubahan besar dalam aturan penilaian. Awalnya, semua tembakan bernilai 1 poin.

Kemudian, field goal dihargai 2 poin, dan free throw bernilai 1 poin. Namun, permainan masih terkonsentrasi di area dekat ring.

Perubahan besar datang dengan pengenalan garis tiga poin:

1961: American Basketball League (ABL) menjadi liga pertama yang menerapkan aturan ini.
1967: American Basketball Association (ABA) mengadopsinya.
1979: NBA resmi memperkenalkan garis tiga poin. Chris Ford dari Boston Celtics mencetak three-pointer pertama dalam sejarah NBA.
Sejak itu, tembakan jarak jauh menjadi bagian penting dari strategi modern. FIBA memperkenalkan aturan serupa pada 1984, dan NCAA mengikutinya pada 1986.

Kini, garis tiga poin menjadi ikon dalam perkembangan basket modern, memperkaya variasi strategi dan hiburan bagi penonton.

Sejarah membuktikan bahwa perubahan aturan poin dalam berbagai cabang olahraga bukanlah sekadar formalitas, melainkan strategi untuk membuat permainan lebih relevan, menarik, dan kompetitif.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Olahraga
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.