Menanti Pemko Medan Percepat Proyek PLTSa
Kamis, 26 Nov 2015 09:23
Wacana Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mempercepat seluruh proses perizinan, termasuk memperbaiki MoU yang telah dilakukan sebelumnya sehingga proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini secepatnya dioperasikan perlu diapresiasi. Sebab, energi terbarukan ini cukup bermanfaat bagi lingkungan setempat, maupun warga Kota Medan dan sekitarnya.
Dukungan tersebut tak terlepas dari kedatangan direksi PT Agro Mulia Abadi (AMA) didampingi Jin Lin Mint (Direktur), Bertha (Chairman) dan Clifton (Direktur), Kadis Kebersihan Kota Medan dan jajarannya di Rumah Dinas Walikota, di Jalan Sudirman beberapa waktu lalu. Kedatangan itu tak lain meminta dukungan kepada PJ Walikota Medan, Randiman Tarigan. Kedatangan PT AMA, Dinas Kebersihan Kota Medan tak sia-sia. Pasalnya, Randiman langsung mengamini pengelolaan sampah menjadi listrik tersebut.
"Proyek ini harus segera direalisasikan, saya akan membantu sepenuhnya. Sebab, proyek ini untuk kepentingan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya. Bayangkan saja jika proyek ini berjalan, setiap harinya mampu mengatasi sampah sebanyak 1.500 ton. Sudah itu, energi listik yang dihasilkan sebesar 30 MW. Dengan begitu dapat membantu mengatasi kekurangan energi listrik yang selama ini terjadi,"ungkap Pj Walikota. (Harian Analisa)
Kata Benny, saat ini mereka telah memiliki lahan di Kelurahan Paya Pasir sebagai tempat pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di samping itu, mereka juga dalam tahap pengurusan analisis dampak lingkungan (amdal) di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan. Mereka akan bekerjasama menggunakan teknologi dari Tiongkok dengan Beijing GeoEnviron Enginering dan Technology Inc (BGE) serta PT Green Enviro Solution. Sedangkan total investasi untuk pembangunan proyek pembangunan pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Kota Medan mencapai USD 150 juta.
Proyek PLTSa perlu diapresiasi. Sebab, sampah merupakan limbah yang tak terlepas dari dunia perkotaan. Berbagai pusat bisnis makanan, jasa dan lainnya ada di tempat ini. Ditambah dengan tingkat kepadatan penduduk semakin bertambah pula. Dipastikan limbah sampah sangat meningkat pesat, dari tahun ke tahun.
Data dari Dinas Kebersihan Kota Medan menunjukkan sampah di kota ini cukup besar. Data tahun 2014 saja, sampah Kota Medan mencapai 1.735 ton perhari. Dengan berat sampah yang mencapai 1.735 ton perhari tersebut, sangat cukup untuk Pembangkin Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Medan. Tak hanya di Medan, kota lain di Indonesia seperti di Bandung, Jakarta dan lainnya sudah mulai menerapkan hal yang sama.
Sebelumnya, investor Korea dari Halla Energy dan Enviroment serta SCT E&C mengunjungi Sumatera Utara. Para investor asal Korea itu sangat tertarik untuk berinvestasi di Sumut. Mereka memandang limbah sampah di Sumut sangat layak untuk dijadikan energi. Karena untuk kebutuhan sampah sangat cukup
Memang untuk saat ini kebutuhan energi terbaru sebagai energi alternatif memang sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi, sumber energi alam semakin menipis. Ini terkait jumlah manusia semakin bertambah, yang secara otomatis energi alam itu terus diambil. Sudah pasti, suatu saat energi alam tersebut akan habis secara perlahan. Berbagai ilmuan menciptakan energi terbarukan, seperti energi yang dihasilkan dari sampah.
Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengelolaan sampah menjadi energi, yaitu proses biologis yang menghasilkan gas bio dan proses pengelolaan sampah menjadi energi. Untuk gas bio, menghasilkan gas bio yang kemudian dibakar untuk menghasilkan energi. Sedangkan proses thermal menghasilkan panas, yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudia digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan ke generator listrik. Namun, pada proses tersebut, hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik.
Bebas Sampah
Tak dipungkiri sampah merupakan polusi bagi masyarakat, terutama di daerah perkotaan. Tumpukkan sampah itu jika tidak diolah pasti akan menjadi polusi yang sangat membahayakan bagi masyarakat setempat. Berbagai macam jenis penyakit yang terserang, seperti gatal-gatal, malaria dan penyakit lainnya. Dengan adanya PLTSa di Kota Medan tentu ini sangat menekan hal tersebut.
Sebenarnya, teknologi energi sampah sudah dikembangkan oleh Negara Eropa, seperti Swedia. Negara ini tau betul sampah merupakan limbah yang sangat besar manfaatnya. Di Negara tersebut, untuk menghasilkan energi dibutuhkan 300 truk perharinya. Pabrik pengelolaan sampah tersebut bernama Goteborg. Pabrik sampah ini dapat mengaliri ratusan rumah penduduk yang ada di area pabrik tersebut.
Saking membutuhkan sampah yang sangat besar, Swedia terpaksa membeli (impor) ke negara lain. Impor sampah tersebut dibeli di Inggris. Mereka membeli sampah dari Negara Ratu Elisabeth tersebut sebanyak 100.000 ton. Sungguh pembeli sampah ini cukup fantastik, mengingat Swedia sangat membutuhkan sampah yang cukup besar. Amerika Serikat, Prancis, belahan Afrika, Tiongkok, Korea juga mulai melirik sampah menjadi energi.
Negara besar tersebut sangat sadar dengan dampak sampah yang ditimbulkan jika tidak diolah dengan baik. Namun, Indonesia umumnya di kota besar belum maksimal dalam mengelola sampah tersebut. Perlahan tapi pasti, kota besar mulai melirik untuk membuat pabrik PLTSa, seperti di Bandung, Jakarta, Medan, Kalimantan dan lainnya.
Ini menunjukkan, pemerintah mulai memandang sampah juga dapat dibutuhkan menjadi sebuah energi yang sangat membantu. Apalagi, pada umumnya Indonesia sangat membutuhkan energi listrik. Mega proyek pun dibuat oleh pemerintah, namun krisis itu belum tuntas dilakukan. Akibatnya, lapisan masyarakat terkena dampak pemadaman listrik tersebut. Dengan adanya PLTSa tersebut, dipastikan Kota Medan maupun kota lainnya tentu sangat terbantu. Sebab, permintaan listrik di kota besar sangat meningkat.
Tak hanya itu, paling disadari oleh masyarakat dengan adanya PLTSa ini dipastikan Kota Medan yang tercinta ini akan terbebaskan oleh sampah. Karena, pihak pabrik sangat membutuhkan sampah tersebut. Berbagai upaya pihak para pabrik untuk mendapatkan sampah itu dengan cepat dari masyarakat. Bisa jadi, jika sampah itu sangat susah dicari, pihak pabrik akan membeli sampah tersebut.
Ini dipastikan masyarakat Kota Medan yang kebanyakan dulunya menganggap sampah hanya limbah semata, sekarang bisa diperjualkan. Bayangkan kalau ini terjadi, kota metropolitan inipun menjadi kota yang sangat bersih seperti, kota yang ada di Eropa tersebut. Karena masyarakat akan terdorong untuk mencari sampah agar bisa dijual. Setelah terbebas sampah, pihak pemerintah tinggal mencari solusi tata kota yang baik.
Jangan PHP
Wacana PLTSa Kota Medan sudah lagu lama. Sebelumnya, sudah banyak para investor yang melirik Kota Medan untuk dibuat suatu energi terbarukan tersebut. Namun, energi terbarukan itu kandas di tengah jalan. Berbagai alasan pun terlontar. Percepatan pak Randiman itu untuk proyek PLTSa tersebut memiliki secercah harapan.
Secercah harapan itu bisa saja sirna sesaat. Sebab, kita sering melihat Pemko Medan sering membuat pemberian harapan palsu (PHP) kepada masyarakat Medan misalkan, kota atlet. Namun, memang terlihat tak ada keseriusan Pemko Medan untuk membuat kota atlet tersebut. Aneh tapi memang nyata, ini hanya wacana. Kenapa?
Jika kota ini mau dibuat kota atlet, harusnya sarana dan prasarana untuk mendukung hal tersebut harus dibuat pula. Namun, sarana dan prasarana di Kota Medan saat ini bisa dikatakan sudah banyak tak standart, bisa dikatakan kota ini sudah tertinggal dengan Palembang. Secara infrastruktur sarana prasana olahraga mereka sudah standar dunia.
Itulah sebabnya, penulis berharap ini tak sekedar wacana saja. Pemko Medan harus cepat membuat energi terbarukan ini. Kota Medan harus menjadi contoh kepada kota lain dengan adanya energi terbarukan ini. Jangan berfikir pada zaman yang hanya mengharapkan sumber alam saja, sebab sumber alam sewaktu-waktu akan habis. Untuk itulah perlu energi terbarukan, agar anak cucu kita masih merasakan energi yang berasal dari sumber alam.(analisadaily.com)
Opini
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p
Menjajal Pesona China: Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
LIBURAN ke China tidak melulu soal Shanghai atau Beijing. Jika Anda mencari pengalaman liburan yang benar-benar berbeda, perpaduan antara suasana kota yang ramai dan pesona pegunungan yang cantik
Ketombe Tak Mempan Diusir dengan Shampo? Ini Penyebabnya
JAKARTA - Sudah rutin keramas tetapi ketombe tetap muncul dan bahkan semakin membandel? Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan rambut. Dalam bebe