Kamis, 06 Agu 2026
  • Home
  • Opini
  • Meninjau Ulang Niat Bermedia Sosial

Opini

Meninjau Ulang Niat Bermedia Sosial

Oleh: M. Arif Suhada
Selasa, 27 Des 2016 06:56
Internet
Ilustrasi
SEDIKITNYA ada tujuh media sosial yang paling populer de­ngan ba­nyak pengguna di seluruh dunia. Adapun ketujuh media sosial itu ada­lah google+, facebook, twitter, instagram, linkedln, pinterest, dan path. Dari ketujuh media sosial itu, saya hanya punya satu akun media sosial saja, yakni facebook. Berbeda de­ngan kebanyakan teman, yang mes­ki­­pun sudah me­miliki akun facebook, mereka juga mendaftarkan dirinya di akun media sosial yang lain seperti twitter, instagram, dan path. Seakan tidak puas dengan hanya memiliki satu akun media sosial saja.

Kenyataan bahwa hanya ada satu akun media sosial yang saya punya, tidak jarang membuat saya kerap mendapat olokan dari kawan-kawan. Saya dianggap sebagai orang yang tidak gaul, kurang update, gagap teknologi, sampai kolot. Bukannya saya menutup diri pada jenis media sosial yang lain, tapi saya merasa penambahan akun media sosial itu belum teramat pen­ting. Sehingga, apabila tetap dipaksakan, yang terjadi justru bisa berdampak pada keterbuaian dalam bermedia sosial se­cara berlebihan. Mengingat media sosial itu sangat adiktif.

Bagi saya, satu akun facebook yang saya punya rasanya sudah le­bih dari cukup. Jika tujuannya untuk berinteraksi, maka satu akun media so­sial itu sudah mewakili interaksi saya di dunia maya. Lagi pula yang saya amati, dengan banyaknya akun media sosial itu orang-orang menjadi teramat fokus men­jalin komunikasi semu di dunia maya, tapi pada saat bersamaan mereka cenderung mengabaikan interaksi dengan orang-orang di dunia nyata.

Dengan itu saya kemudian membayangkan, betapa banyak waktu yang nantinya terbuang percuma sejalan dengan se­ma­kin banyak akun media sosial yang kita miliki. De­ngan ber­tambahnya akun media sosial itu, maka setidaknya ber­tambah pula "pekerjaan" kita untuk menge­cek adakah pem­beritahuan masuk pada setiap akun media sosial tersebut.

Dan yakinlah, bila telah terhubung di sana, sulit bagi kita untuk tidak terlenakan. Bukankah seringkali kita mendengar, orang-orang mengutarakan keresahannya, bahwa mereka kerapkali lupa waktu bila sudah membuka akun media so­sial­nya. Niat awal yang semula ditujukan untuk menger­ja­kan tugas, bisa terlupa bila telah bermedia sosial.

Lupa diri

Terbuai di media sosial bukan hanya menjadikan peng­gu­nanya lupa waktu, tapi juga lupa diri. Di media sosial, banyak orang yang tidak lagi menjadi dirinya sendiri seperti yang ia tampilkan di dunia nyata. Sosok yang di kehidupan nyata kita kenal santun, boleh jadi di media sosial ia tampak bringas dengan kerap berujar kata-kata kasar.

Tidak sedikit kasus menimpa pengguna media sosial yang terjerat ke ranah hukum akibat ujaran kebencian, kata-kata kasar, postingan fitnah yang dituliskannya. Mengapa itu bisa terjadi? karena media sosial memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengungkapkan perasaannya. Celakanya, fasilitas itu diguna­kan pula oleh pengguna yang kerap tidak bisa mengontrol emosi.

Maka kini banyak pengguna media sosial yang ikut ter­je­rem­bab pada suatu perdebatan kusir tanpa akhir. Mereka saling menshare informasi-informasi yang menguatkan panda­ngan pada apa yang diyakininya. Tak lagi peduli apakah informasi yang dibagikan tersebut merupakan berita hoax atau bukan. Selagi hal itu sejalan dengan pandangannya, maka tanpa ragu ia akan membagikannya ke publik. Alhasil, media sosial se­pertinya sudah tak lagi fokus dimanfaatkan pengguna se­ba­gai wadah silaturahmi, melainkan ajang untuk saling ber­pe­rang komentar, saling bertikai, yang tentu saja berpotensi memutus persaudaraan.

Pemicunya tidak lain adalah ramainya postingan bernada provokatif di media sosial. Di jenis media sosial manapun postingan provokatif sulit dihindari. Kadang yang menge­sal­kan adalah mereka yang menshare merupakan orang-orang yang tergabung di pertemanan media sosial kita. Akibatnya, bagi pengguna yang sudah jemu dan tak bisa mengontrol emosi, perang komentar antar pengguna media sosial tak bisa lagi terelakkan. Orang-orang awam pun rentan terjerumus ikut "pe­rang" komentar pada sesuatu yang kadang ia tidak menger­ti, yang tentu saja hal itu dapat semakin memperkeruh suasana.

Bila sudah pada tahap yang ris­kan, perdebatan di media sosial bisa pula berbuah pada tindakan saling unfollow/un­friend (tidak mengikuti/menghapus pertemanan) atau bah­kan mem­­blokir akun yang bersangkutan di media sosial, kendatipun itu pada orang-orang yang ia kenal. Jika tindakan itu telah dilakukan, maka kecil kemungkinan di dunia nyata ia tetap mampu menjalin hubungan pertemanan dengan baik oleh pihak-pihak yang telah diblacklistnya tersebut.

Dengan semua uraian di atas itu, jelaslah media sosial itu tak ubahnya hutan belantara asing yang kita harus selalu waspada dalam penggunaannya. Barangkali hanya mereka yang mendapat hidayah Tuhan saja yang mampu meman­faat­kan media sosial itu pada sesuatu yang positif dan membawa nilai kebaikan bagi orang lain.

Oleh karena itu, jika ternyata media sosial tak membawa hal positif untukmu. Jika ternyata media sosial membuang waktumu secara sia-sia. Jika ternyata media sosial meng­ubah­mu menjadi orang yang acuh tak acuh terhadap lingkungan. Jika media sosial ternyata membuatmu priba­di yang mudah tersulut emosinya. Jika media sosial menjangkitimu menjadi si penebar berita hoax dan kebencian. Jika media sosial membuatmu memutus persaudaraan de­ngan temanmu sendiri.

Maka sebaiknya tinjau ulang niatmu bermedia sosial, lalu perbaiki. Atau, jika dirasa belum siap, pilihan untuk memi­nimal­kan jumlah akun media sosial yang kita punya, atau bahkan rehat sejenak dari aktivitas bermedia sosial di dunia maya patut untuk direnungkan. Tunggu sampai hidayah Tuhan itu datang!. ***

Penulis adalah mahasiswa UIN Sumatera Utara

sumber:harian.analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Agu 2026 19:38

    Panglima TNI dan Menhan RI Yakinkan Kesiapan Interoperabilitas TNI

    Kepri-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala

  • Rabu, 05 Agu 2026 19:35

    Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan dan Brevet Korps Marinir

    Kepri-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kep

  • Rabu, 05 Agu 2026 19:28

    KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81

    Tapung Hulu-Semangat kebersamaan dan gotong royong mulai terasa di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna

  • Rabu, 05 Agu 2026 16:50

    Termasuk Bapenda Riau, 8 OPD Raih Penghargaan Kearsipan Pemprov

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kearsipan internal kepada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan predikat Sangat Memuaskan. Penghargaan tersebut diserahkan di Pek

  • Rabu, 05 Agu 2026 16:28

    Plt Gubri Usulkan Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti ke Menteri PU

    PEKANBARU â€" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat melakukan pert

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki