Menyambut Go-Jek untuk Masyarakat Medan
Selasa, 24 Nov 2015 10:03
Berbeda dengan di Jakarta, sebagian besar masyarakat Medan masih asing dengan Go-Jek, sementara selama ini pun kota kita belum memiliki transportasi ojek, seperti yang sudah lama ada di Jakarta. Secara sederhana, Go-Jekbisa pula dianggap sebagai ojek pada umumnya yang menawarkan jasa antar-jemput dengan kendaraan beroda dua. Bedanya, para pengemudi ojek dari Go-Jek memiliki komunitas yang terkoordinasi oleh sebuah perusahaan, berseragam rapi, dan lebih mengedepankan pemanfaatan teknologi di mana setiap proses transaksi akan melalui sebuah aplikasi resmi yang terinstal pada smartphone/gadget, dan juga proses pembayaran yang jelas, transparan, tanpa perlu membuka dompet atau melakukan tawar-menawar tarif.
Dari mana, ke mana, tarif yang akan dipotong pada Go-Jek Credit telah tercantum secara jelas sebelum melakukan order, sehingga penumpang tidak dipusingkan dengan masalah cuaca hujan atau macet yang ujung-ujungnya digunakan sebagai alasan bagi si pengemudi untuk menaikkan tarif sesuka hati. Kasus ini biasanya juga sering terjadi pada transportasi beca atau beca mesin di Medan.
Memilih pengemudi yang mana satu, aplikasi juga menampilkan sejumlah data dari si pengemudi, seperti nama serta lokasi. Setelah dilakukannya order, calon penumpang atau pengguna jasa dapat terus memantau sudah sampai jalan manakah si pengemudi yang akan datang menjemput, dengan mengandalkan teknologi GPS yang dapat melacak lokasi berdasarkan keberadaan smartphone si pengemudi (fitur Track Your Driver), dan bisa juga menanyakan secara langsung dengan menelepon/mengirim pesan kepada si pengemudi.
Berbagai promosi pemotongan tarif atau fasilitas juga menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Go-Jek Indonesia, seperti voucher timbal balik bagi seorang yang diberi sebuah kode khusus dan diajak menggunakan aplikasi, maupun pengguna yang telah mengajak (diberikan setelah adanya transaksi pertama oleh pengguna baru).
Selain itu, ada pula fasilitas pemberian masker dan penutup kepala secara gratis bagi para penumpang agar terhindar dari dampak pelusi udara.
Go-Jek juga menyediakan beberapa layanan lain selain layanan transport untuk antar-jemput penumpang, semisal layanan Go-Food untuk memesan makanan melalui sejumlah rumah makan yang menjalin kerja sama, Go-Mart untuk berbelanja sejumlah kebutuhan maupun makanan di luar rumah makan yang menjalin kerja sama (maksimal seharga satu juta), hingga layanan Instant Courier untuk antar-jemput barang.
Hingga 17 November, kendati disebutkan berbagai media online bahwa Go-Jek Medan belum resmi beroperasi, belum pula mengantongi SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) sebagaimana yang dibutuhkan oleh perusahaan transportasi umum, para peminat yang mencalonkan diri sebagai pengemudi Go-Jek telah menembus angka duaratus!
Pengemudi Go-Jek
Terlepas dari pelayanan Go-Jek bagi penumpang, kehadirannya di Medan juga berpotensi membuka lapangan kerja serta mengurangi angka pengangguran, di mana masyarakat maksimal limapuluh tahun diberi kesempatan untuk bergabung sebagai pengemudi. Namun, untuk tetap menjaga profesionalitas layanan Go-Jek yang selama ini tergolong mendapat respons positif serta kepercayaan masyarakat Jakarta, diharapkan standar Go-Jek tetap diprioritaskan dalam proses perekrutan pengemudi untukGo-Jek Medan.
Meskipun Go-Jek memberlakukan standar yang ketat bagi para pengemudi guna memprioritaskan kualitas pelayanan, bukan berarti hal tersebut menjadi kurang adil bagi si pengemudi. Dengan asumsi bila Go-Jek Medan sukses sesuai harapan, praktis layanan transportasi berseragam hijau tersebut akan menjadi tren layaknya di Jakarta serta kota-kota lain, sehingga order serta pendapatan para pengemudi dapat mengalir lancar.
Kendala Go-Jek Medan
Walau tentu masih butuh banyak penyesuaian serta sosialisasi, keberadaan Go-Jek di Medan semestinya akan bermanfaat bagi masyarakat.
Ada pun hal yang menjadi kendala ialah keamanan Kota Medan yang beberapa tahun terakhir kian memprihatinkan, di mana para mengendara sepeda motor kerap menjadi target kejahatan. Semoga ini bisa menjadi prioritas para aparat penegak keadilan di kota kita. Seberapa nyaman pun pelayanan dari pengemudi Go-Jek, masyarakat masih merasa takut bila penjambret dengan bebas berkeliaran di mana-mana.
Dari segi kualitas jaringan internet di Medan pun, kelihatannya bukanlah parkara mudah untuk menggunakan teknologi GPS. Ya, meskipun kita memiliki jaringan 4G baru.
Sedangkan untuk kendala yang lebih sederhana, belum semua masyarakat Medan menggunakan smartphone, melainkan tetap setia pada feature phone. Ada pula yang menggunakan smartphone, tetapi kurang begitu memahami cara memaksimalkannya. Untuk itu, Go-Jek perlu disosialisasikan sejak dini agar mudah diterima masyarakat!(analisadaily.com)
Opini
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p
Menjajal Pesona China: Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
LIBURAN ke China tidak melulu soal Shanghai atau Beijing. Jika Anda mencari pengalaman liburan yang benar-benar berbeda, perpaduan antara suasana kota yang ramai dan pesona pegunungan yang cantik
Ketombe Tak Mempan Diusir dengan Shampo? Ini Penyebabnya
JAKARTA - Sudah rutin keramas tetapi ketombe tetap muncul dan bahkan semakin membandel? Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan rambut. Dalam bebe