Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Opini
  • Menyambut Go-Jek untuk Masyarakat Medan

Menyambut Go-Jek untuk Masyarakat Medan

Selasa, 24 Nov 2015 10:03
Ilustrasi
Setelah Go-Jek menjadi tren jasa transportasi di Jakarta dan juga beberapa kota besar lain, serta menjadi sorotan sejum­lah media elektronik maupun cetak, untuk beberapa hari terakhir masyarakat Medan juga kian sering mendengar desas-desus akan hadirnya layanan ojek berbasis apli­kasi smartphone/gadget tersebut.

Berbeda dengan di Jakarta, sebagian be­sar masyarakat Medan masih asing de­­ngan Go-Jek, sementara selama ini pun kota kita belum memiliki transportasi ojek, seperti yang sudah lama ada di Ja­­karta. Secara sederhana, Go-Jekbisa pula dianggap sebagai ojek pada umum­nya yang menawar­kan jasa antar-jemput de­ngan kendaraan beroda dua. Bedanya, para pengemudi ojek dari Go-Jek me­miliki komunitas yang ter­koordinasi oleh sebuah perusahaan, berseragam rapi, dan lebih menge­depankan pemanfaatan teknologi di mana setiap proses transaksi akan melalui sebuah aplikasi resmi yang terinstal pada smartphone/gadget, dan juga proses pembayaran yang jelas, transparan, tanpa perlu membuka dompet atau melakukan tawar-menawar tarif.

Dari mana, ke mana, tarif yang akan di­potong pada Go-Jek Credit telah ter­cantum secara jelas sebelum melaku­kan or­der, sehingga penum­pang tidak di­pu­singkan dengan masalah cuaca hujan atau macet yang ujung-ujungnya diguna­kan sebagai alasan bagi si pengemudi un­­tuk menaikkan tarif sesuka hati. Kasus ini biasanya juga sering terjadi pada trans­por­tasi beca atau beca mesin di Medan.

Memilih pengemudi yang mana satu, apli­kasi juga menampilkan sejumlah data dari si pengemudi, seperti nama serta lo­kasi. Setelah dilakukannya order, calon pe­num­pang atau pengguna jasa dapat te­rus me­mantau sudah sampai jalan ma­nakah si pe­ngemudi yang akan datang men­jemput, de­ngan mengan­dalkan tek­nologi GPS yang da­pat melacak lokasi ber­dasarkan kebe­ra­daan smartphone si pe­ngemudi (fitur Track Your Driver), dan bisa juga menanyakan secara lang­sung dengan menelepon/mengirim pesan ke­pada si pengemudi.

Berbagai promosi pemotongan tarif atau fa­silitas juga menjadi salah satu ke­ung­gu­lan yang dimiliki Go-Jek In­done­sia, seperti vou­cher timbal balik bagi seorang yang di­beri sebuah kode khu­sus dan diajak meng­gunakan aplikasi, mau­pun pengguna yang telah mengajak (di­be­rikan setelah adanya transaksi pertama oleh pengguna baru).

Selain itu, ada pula fasilitas pemberian masker dan penutup kepala secara gratis bagi para penumpang agar terhindar dari dampak pelusi udara.

Go-Jek juga menyediakan bebe­rapa layanan lain selain layanan transport untuk antar-jemput penumpang, semisal layanan Go-Food untuk memesan makanan melalui sejumlah rumah makan yang menjalin kerja sama, Go-Mart untuk berbelanja se­jum­lah kebutuhan maupun makanan di luar rumah makan yang menjalin kerja sama (maksimal seharga satu juta), hingga layanan Instant Courier untuk antar-jemput barang.

Hingga 17 November, kendati disebut­kan berbagai media online bahwa Go-Jek Medan belum resmi beroperasi, be­lum pula mengantongi SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daf­tar Perusahaan) sebagaimana yang di­butuhkan oleh perusahaan transportasi umum, para peminat yang mencalonkan diri sebagai pengemudi Go-Jek telah menembus angka duaratus!

Pengemudi Go-Jek

Terlepas dari pelayanan Go-Jek bagi pe­numpang, kehadirannya di Medan juga ber­potensi membuka lapangan kerja serta mengurangi angka pengangguran, di mana masyarakat maksimal limapuluh tahun diberi kesempatan untuk berga­bung sebagai pengemudi. Namun, untuk tetap menjaga profesionalitas layanan Go-Jek yang selama ini tergolong men­dapat respons positif serta kepercayaan ma­syarakat Jakarta, diharapkan standar Go-Jek tetap diprioritaskan dalam proses pe­rekrutan pengemudi untukGo-Jek Medan.

Meskipun Go-Jek memberlakukan standar yang ketat bagi para penge­mudi guna memprioritaskan kualitas pelaya­nan, bukan berarti hal tersebut menjadi ku­rang adil bagi si pengemudi. Dengan asumsi bila Go-Jek Medan sukses sesuai ha­rapan, praktis layanan transportasi ber­sera­gam hijau tersebut akan menjadi tren layaknya di Jakarta serta kota-kota lain, sehingga order serta pendapatan para pengemudi dapat mengalir lancar.

Kendala Go-Jek Medan

Walau tentu masih butuh banyak pe­nye­suaian serta sosialisasi, keberadaan Go-Jek di Medan semes­tinya akan ber­manfaat bagi masya­rakat.

Ada pun hal yang menjadi kendala ialah keamanan Kota Medan yang beberapa tahun terakhir kian mem­pri­hatinkan, di mana para mengendara se­peda motor kerap menjadi target ke­ja­hatan. Semoga ini bisa menjadi prioritas para aparat penegak keadilan di kota kita. Seberapa nyaman pun pelayanan dari pengemudi Go-Jek, masyarakat ma­sih merasa takut bila penjambret dengan be­bas berkeliaran di mana-mana.

Dari segi kualitas jaringan internet di Me­dan pun, kelihatannya bukanlah par­kara mudah untuk menggunakan tek­no­logi GPS. Ya, meskipun kita memiliki ja­ringan 4G baru.

Sedangkan untuk kendala yang lebih se­derhana, belum semua masyarakat Me­dan menggunakan smartphone, melain­kan tetap setia pada feature phone. Ada pula yang menggunakan smart­phone, te­tapi kurang begitu memahami cara memaksimalkannya. Untuk itu, Go-Jek perlu disosialisasikan sejak dini agar mudah diterima masyarakat!

(analisadaily.com)
Opini
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Jun 2026 18:14

    ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya

    JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:13

    Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik

    JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:10

    Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem

    JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:07

    Menjajal Pesona China: Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie

    LIBURAN ke China tidak melulu soal Shanghai atau Beijing. Jika Anda mencari pengalaman liburan yang benar-benar berbeda, perpaduan antara suasana kota yang ramai dan pesona pegunungan yang cantik

  • Minggu, 14 Jun 2026 18:05

    Ketombe Tak Mempan Diusir dengan Shampo? Ini Penyebabnya

    JAKARTA - Sudah rutin keramas tetapi ketombe tetap muncul dan bahkan semakin membandel? Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan rambut. Dalam bebe

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.