Senin, 25 Mei 2026

Tersangka, Tersangkut, Tersingkir

Sabtu, 01 Agu 2015 10:35
AKBP. Drs Safwan Khayat M.Hum

Seorang bocah ingusan belasan tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sangat serius membelalakkan bola matanya ke layar kaca televisi. Biasanya, bocah itu tak pernah absen melewati tayangan film kartun animasi Upin dan Ipin khas dialog Melayu negara jiran. Tapi entah bisikan apa yang mendorong dia lebih tertarik dengan tayangan di salah satu TV Swasta Nasional, tentang beberapa Kepala Daerah yang menjadi tersangka pidana, tersangkut kasus korupsi dan tersingkirdari jabatan prestisenya.

Rekaman dokumentasi acara TV itu memutar ulang sejumlah kepala daerah yang harus rela copot dari jabatannya karena persoalan itu. Status diri menjadi berubah, nama besar menjadi hina, dan jabatan lepas tanpa penghargaan.

Bocah cilik namanya Fatur Rahman, dia akrab dengan sapaan kecilnya Fatur. Duduk di bangku SD kelas VI, putra dari seorang anak guru mengaji, hafal kaji  yang tak pernah pakai dasi, bergaul tanpa basa-basi dan gemar makan sambal terasi.

Fatur dengan posisi duduk tegak terus ikuti tayangan acara itu. Ada pejabat dinas yang ditangkap, ada anggota DPR yang dipenjara, ada pengusaha yang di vonis, ada Bupati/Walikota yang ditahan, ada mantan Menteri yang dikurung, dan ada pula mantan atau sedang menjabat Gubernur yang di pidana serta sudah menjadi tersangka.

Ayahnya sejak dari tadi berdampingan dengannya, terus asyik ikuti alur cerita tayangan itu. Fatur yang masih belia dan belum mengerti seluruh permainan catur hidup ini, dengan polos bertanya pada ayahnya.

Orang ini korupsi karena kurang uang atau kurang banyak uangnya, tanya Fatur pada Ayahnya. Entah ya, Ayah juga susah jawabnya, ketus si Ayah. Kenapa susah ayah jawab, penasaran Fatur terus. Ya begitulah, sebab mereka ada jabatan, uang pasti datang sendiri, tandas si Ayah. Kalau gitu banyak uang la mereka, tanya Fatur. Pasti dong, tegas si Ayah.

Kalau pejabat itu selalu korupsi ya Ayah, tanyanya lagi.  Tergantung orangnya Fatur, sahut si Ayah. Maksudnya, sambut Fatur. Ada yang mau begitu, tapi ada juga yang gak mau lakukan, terang si Ayah. Lho..koq ada yang gak mau, padahal bisa kaya dia banyak uang, cercar Fatur yang polos. Entah la, kan bagus dia gak korupsi, jujur dia itu namanya, jawab si Ayah. Tayangan TV itu terus berputar, tapi si Fatur terus pula menyerang Ayahnya dengan pertanyaan- pertanyaan.

Oww..mungkin mereka takut masuk penjara ya, tanya Fatur lagi. Mungkin juga, timpal si Ayah. Atau mungkin orang itu belum ada kesempatan ya Ayah, tekan Fatur.

He he he..mungkin juga, sahut si Ayah. Sebenarnya mereka itu takut korupsi atau belum ada kesempatan korupsi, tanya Fatur rewelnya. Hustt..tanya mu itu macam juru periksa KPK aja, tandas si Ayah. Soalnya jawaban Ayah semuanya "mungkin", tekan Fatur sambil tertawa.

Sejenak mereka berdua diam, sebab ada tayangan baru seorang Gubernur yang baru saja statusnya di naikkan menjadi tersangka oleh KPK. Pengacara si Gubernur itu meledak-ledak menjelaskan klien-nya itu tidak melakukan yang disangkakan.

Tersangka itu apa artinya Ayah, tanya polos Fatur. Oww..maksudnya seorang yang dinyatakan oleh petugas hukum berdasarkan undang-undang bahwa dia kuat dugaan melakukan kejahatan, terang si Ayah.

Kalau korupsi itu kejahatan, tanya Fatur lagi. Begitulah, pungkas si Ayah. Aneh ya, kalau pejabat lakukan kejahatan, bagaimana pula rakyatnya, bisa lebih jahat lagi, ujar Fatur yang sok dewasa itu. Si Ayah hanya diam dan sedikit pun tak gubris ucapan anaknya. Tetapi dalam hatinya, bahwa anaknya itu mulai sedikit-sedikit punya perbendaharaan kata yang cukup menusuk.

Tersangkut itu maksudnya macam tersandung kalau kita jalan gitu ya Ayah, tanya Fatur terus. Hmm!!, gumam si Ayah. Apanya yang tersangkut, kejar  Fatur. Maksudnya itu dia tersangkut karena dirinya, jabatannya, uangnya, keluarganya, temannya, wewenang kekuasaannya, mempengaruhinya, dan hal-hal yang dianggap berkaitan dengan kasus itu karena melaluinya, jelas si Ayah.

Kalau begitu Gubernur ini sekarang sudah tersangka, pasti dia karena tersangkut kasus itu. Akhirnya dia bisa tersingkir ya Ayah, ujar Fatur. Bisa jadi, jawab si Ayah. Koq bisa jadi, desak Fatur. Lalu si Ayah menjelaskan pelan-pelan pada anaknya, sebab Fatur yang belum paham sandiwara hidup ini harus ditanamkan pemahaman menurut kemampuan nalar dia. Si Ayah yang mantan aktivis ini dengan tenang menerangkan pada anaknya.

Fatur..!! biasanya kalau orang sudah menjadi TERSANGKA, itu karena dia ada TERSANGKUT masalah. Kalau ada bukti yang cukup dan kuat maka pak Hakim memutuskan hukuman maka jabatannya jadi TERSINGKIR.

Tapi ada yang Ayah takuti dari hukum kita ini, resah si Ayah. Apa itu, desak Fatur. Semua status itu (Tersangka, Tersangkut, Tersingkir )  bisa berubah bila ada cara TERSELIP, tandas si Ayah. Maksudnya apa itu, tanya Fatur aneh. Biasanya orang kalau ada yang diselipkan suatu seperti uang, maka segalanya bisa berubah. Tadinya malas di suruh, kalau ada yang diselip bisa rajin, ya seperti kamu itu, tandas si Ayahnya.

He he he…itu kan lain Ayah, sebab Ayah suruh Fatur beli kecap ke warung, ujar Fatur. Itu kan sama aja, ada yang terselipkan ??? ketus si Ayah. Iya sihh..tapi gak pake Tersangka, Tersangkut dan Tersingkir, tangkis Fatur.

Lho koq gitu, tanya si Ayah. Gimana mungkin Fatur jadi tersangka korupsi, uang beli kecapnya aja Rp.3000, harga kecapnya Rp. 5000, berarti kurang, ketus Fatur. Ya udah la, pergi sana, hutang dulu sama Warung, perintah si Ayah sambil tertawa.(analisadaily.com)
Opini
Berita Terkait
  • Senin, 25 Mei 2026 16:44

    Jokowi Siap Keliling Indonesia Usai Kesehatan Pulih: Motivasi dan Ketemu PSI di Daerah

    Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal rencana keliling Indonesia seusai lesehatannya pulih. Prabowo juga membenarkan rencana pernah diungkap Relawan Projo itu.Saat ditemui awak media di

  • Senin, 25 Mei 2026 16:38

    Razia di Karaoke Valentine Deli Serdang Berujung Penemuan Pil Ekstasi

    Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang menemukan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan Karaoke Valentine, Kecamatan Beringin."Diduga peredaran obat terlarang di Karaoke Valen

  • Senin, 25 Mei 2026 16:23

    Ledakan dari Pabrik Kimia di Cilegon, Tercium Bau Menyengat

    Jakarta-Ledakan terdengar dari pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI). Ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) s

  • Senin, 25 Mei 2026 16:19

    Pemprov Tetapkan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum.Penetapan dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu m

  • Senin, 25 Mei 2026 16:17

    Taklukkan Rute Pekanbaru-Payakumbuh, Jurnalis dan Vlogger Rekam Sensasi Berkendara Bersama Honda AT High

    Riauterkini-PAYAKUMBUH-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) sukses menggelar kegiatan touring bertajuk Media & Vlogger Premium Explore : Capturing the Comfor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.