Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Begini Strategi Pemerintah Tekan Kesenjangan Akses Pendidikan

Kampus

Begini Strategi Pemerintah Tekan Kesenjangan Akses Pendidikan

Rabu, 23 Jan 2019 16:20
okezone.com

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebut, pemerintah terus mendorong percepatan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Di antaranya dilakukan dengan menekan kesenjangan akses pendidikan.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono menyatakan, kesenjangan akses pendidikan masih signifikan terjadi antara keluarga mampu dan keluarga tidak mampu. Hal ini sangat terlihat dalam akses menempuh pendidikan perguruan tinggi.

"Indikator sosial nasional menunjukkan bahwa dari 20% keluarga tidak mampu, ada sekitar kurang dari 10% yang dapat melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi. Sementara dari 20% keluarga terkaya, itu hampir 50% yang dapat melanjutkan sampai perguruan tinggi," jelasnya dalam Indonesia Leader Forum (ILF) di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Agus menyebut, kondisi angkatan kerja Indonesia saat ini masih didominasi tingkat pendidikan SMP ke bawah. Di mana angkatan kerja dengan lulusan perguruan tinggi hanya sebanyak 10%, kemudian tingkat lulusan SMA sebanyak 25%, sisanya sebanyak 65% lulusan SMP ke bawah.

"Jadi sekalipun kita memiliki bonus demografi, tetapi proporsi terbesar dari penduduk usia produktif tadi adalah berpendidikan SMP," ucap dia.

Oleh karena itu, selain mendorong pendidikan vokasi, pemerintah juga meningkatkan program bidik misi setiap tahunnya. Hal ini guna mengurangi tingkat putus sekolah pada keluarga tidak mampu.

Bidik misi merupakan program beasiswa dari pemerintah untuk membantu biaya pendidikan siswa yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Program ini berbeda dari beasiswa lainnya yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap siswa yang berprestasi.

"Sehingga dilakukan perluasan sasaran beasiswa bidik misi dan dari 199 ribu mahasiswa pada tahun 2014 menjadi 401,7 ribu pada tahun 2018," jelasnya.

Upaya lainnya dengan menyediakan akses pendidikan selama 12 tahun melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). "Pemerintah juga telah menyediakan akses 12 tahun melalui KIP untuk 19,7 juta anak," pungkasnya.


(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.