- Home
- Pendidikan
- Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu Itu Pilihan
Kampus
Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu Itu Pilihan
Senin, 17 Des 2018 13:50
MAHASISWA merupakan seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa, sebagai objek atau pelaku dalam perubahan tersebut. Sikap kritis yang positif harus dimiliki dan sering dapat membuat sebuah perubahan besar. Perubahan yang dimaksud yakni perubahan kearah yang positif serta tidak menghilangkan jati dirinya sebagai mahasiswa dan juga Bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan itu semua setiap mahasiswa pastinya mempunyai cara yang berbeda-beda sesuai minat dan kemampuan masing-masing mahasiswa.
Nah langsung saja ya, yang diatas hanya untuk pengantar saja, hehe. Sesuai judul yang saya buat disini saya akan membahas tentang mahasiswa kupu-kupu. Sebelumnya, sudah tahu tidak apa itu mahasiswa kupu-kupu? Apakah kamu adalah seorang mahasiswa seorang mahasiswa kupu – kupu? Mahasiswa kupu–kupu adalah sebuah istilah untuk mahasiswa yang kuliah pulang - kuliah pulang. Dalam arti mahasiswa ini hanya datang ke kampus untuk kuliah saja, setelah itu langsung pulang ke rumah atau kos. Begitulah seterusnya.
Dalam konteksnya, hal ini memang tidak salah, karena ini merupakan prinsip kepada setiap mahasiswa. Jika memang mahasiswa hanya ingin kuliah, selanjutnya langsung pulang ke rumah atau kos.
Menjadi mahasiswa berjenis kupu-kupu, kura-kura (kuliah-rapat), kunang-kunang (kuliah-nongkrong) adalah sebuah pilihan yang memiliki konsekuensi. Tentu, konsekuensinya bermacam macam sesuai dengan jenis mahasiswa tersebut.
Menurut saya, kita sebagai mahasiswa harus cerdas dalam memilih tindakan mau ikut organisasi atau tidak dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya, baik itu positif maupun negatif (jika ada). Begitu pula kita memilih menjadi mahasiswa kupu-kupu atau tidak. Konsekuensinya bermacam macam, misal ia tidak kenal dengan lingkungan kampusnya atau kurang solid antar angkatan karena dinilai kurang berkontribusi. Jika tidak ikut organisasi hanya punya teman sedikit, sering ketinggalan informasi, dan lain sebagainya. Padahal, pada hakikatnya bisa saja ia berkontribusi tanpa sepengetahuan temannya.
Karena pada sejatinya seseorang itu memiliki prinsip masing-masing dalam menjalani hidupnya, begitu pula mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan
Jika mahasiswa kupu-kupu tersebut membuat hal yang lebih bermanfaat, maka ia lebih baik daripada mahasiswa yang menghakimi itu. Sebagaimana sebaik baiknya manusia adalah bermanfaat bagi yang lain. Jika itu lebih baik daripada mengikuti organisasi yang hanya menjadi beban bagi anggota lainnya, mengapa tidak? Sekarang, adakah anggota organisasi yang malah merepotkan anggota lainnya? Jangan ditanya, banyak, rasakan sendiri bagaimana bebannya, hehe.
(okezone.com)
Pendidikan
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se