Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Latih Masyarakat Konversi Biomassa Jadi Energi

Kampus

Mahasiswa Latih Masyarakat Konversi Biomassa Jadi Energi

Kamis, 29 Nov 2018 16:10
okezone.com
BANDUNG - Di tengah maraknya cadangan energi yang semakin menipis, maka kondisi tersebut harus segera mendapatkan solusi.

Hal itu mendorong mahasiswa ITB untuk melakukan pengembangan teknologi konversi biomassa menjadi bioenergi kepada masyarakat dari bahan pelet kayu (proses pemadatan kayu dan memiliki potensi yang baik sebagai substitusi bahan bakar fosil).

Dilansir dari laman Institut Teknologi Bandung, Rabu, (28/11/2018), konsumsi BBM di Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 1,6 juta barel per hari dan diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya kegiatan ekonomi dan bertambahnya jumlah penduduk.

Tingginya angka tersebut karena semua sektor pembangunan di negeri ini membutuhkan energi. 85% dari kebutuhan tersebut masih bergantung pada BBM.

Cadangan energi yang semakin menipis, khususnya BBM, maka kondisi tersebut harus segera dicarikan solusi. Dalam situasi seperti ini, pemahaman terhadap pola konsumsi energi yang dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat di pedesaan adalah suatu keharusan dan menjadi hal yang sangat penting dilakukan.

Dosen Kelompok Keahlian (KK) Teknologi Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB melakukan pelatihan pengembangan teknologi konversi biomassa menjadi bioenergi kepada masyarakat. Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) tersebut dilakukan di kampus ITB Jatinangor beberapa waktu yang lalu, 28-29 September.

Diikuti oleh 25 orang perwakilan masyarakat dari delapan desa di sekitar hutan pendidikan Gunung Geulis ITB Kabupaten Sumedang, Jawa-Barat. Kedelapan desa tersebut meliputi tiga desa di Kecamatan Jatinangor (Desa Jatiroke, Jatimukti dan Cisempur), empat desa di Kecamatan Cimanggung (Desa Mangunarga, Cikahuripan, Cinanjung dan Sawahdadap) dan satu desa di Kecamatan Tanjungsari (Desa Raharja).

Topik pelatihan yang diangkat yaitu "Pemanfaatan Serbuk Gergajian Kayu Hutan Rakyat sebagai Bahan Baku Pembuatan Pelet Kayu untuk Energi Alternatif Masa Depan."

Dalam pelaksanaan PPM tersebut, setiap desa diwakili oleh tiga orang peserta yang merupakan perwakilan dari karang taruna, petani, tokoh masyarakat, serta ditambah perwakilan dari forum komunikasi Gunung Geulis.

Pelatihan dilakukan kepada masyarakat di sekitar hutan pendidikan Gunung Geulis ITB karena didasari oleh kajian yang menunjukkan bahwa sebagian masyarakat pada delapan desa tersebut masih menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari dan di sisi lain potensi biomassa terutama limbah kayu dalam bentuk serbuk gergajian kayu, cabang dan ranting serta serasah jumlahnya sangat besar.

Ketua tim PPM Sutrisno menyatakan bahwa pelet kayu (wood pellet) merupakan energi biomassa yang berasal dari proses pemadatan kayu dan memiliki potensi yang baik sebagai substitusi bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam.

Bahan baku untuk pembuatan pelet kayu umumnya berasal dari limbah industri pengolahan kayu yang dapat berbentuk serbuk gergajian kayu (sawntimber dust), serpihan kayu (wood chips) atau serutan kayu (wood shavings).

"Pelet kayu merupakan salah satu contoh penggunaan sumberdaya hayati sebagai bioenergi, lebih tepatnya sebagai bahan bakar. Energi yang dihasilkan dari pelet kayu dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga maupun industri rumah tangga, mulai dari memasak sampai kebutuhan untuk pembangkit tenaga listrik," kata Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, besarnya potensi sumberdaya hayati yang kita miliki, menjadi peluang yang sangat besar bagi pengembangan energi alternatif pelet kayu sebagai bioenergi. Pengembangan bioenergi dari pelet kayu dapat dimulai dari merubah perilaku pengguna energi di masyarakat, khususnya di pedesaan untuk menuju kepada terwujudnya desa mandiri energi. Konsep pengembangan desa mandiri energi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek antara lain potensi desa, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Setelah mengikuti kegiatan para peserta mengaku memiliki cara pandang baru dalam pengelolaan energi terbarukan. Mereka berharap kegiatan PPM perlu ditindaklanjuti di lapangan melalui bantuan peralatan untuk produksi pelet kayu oleh ITB kepada masyarakat dan bimbingan aplikasi teknologi pelet kayu sebagai modal dalam upaya peningkatan kesejahteraan mereka.


(okezone.com)


Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.