- Home
- Pendidikan
- Pasar Tiban Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Semarang
Kampus
Pasar Tiban Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Semarang
Rabu, 12 Des 2018 11:40
SEMARANG - Pasar yang berlokasi di Wilayah Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), tepatnya di Lapangan Banaran, Jalan Tamansiswa kerap kali dinamakan pasar Tiban, dikarenakan pasar ini hanya ada pada hari selasa malam di setiap minggunya mulai pukul 17.00 WIB – 22.00 WIB.
Salah satu anggota paguyuban Dina Ristani mengatakan diadakannya paguyuban pasar Tiban ini supaya ramai. "Ya kan disini banyak mahasiswa, dan warga sekitar Banaran. Dan setelah ada pasar ini, omset penjualan meningkat. Jumlah pedagang mencapai 50 anggota lebih, kalau mau ikut jualan, cukup membayar uang kebersihan Rp10.000," ujarnya.
Pengunjung yang datang mulai dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat di sekitarnya. Tak heran, pasar yang sangat dinantikan oleh banyak kalangan ini, mendatangkan keuntungan bagi para pedagang pasar Tiban.
"Kalau dibandingkan dengan pasar-pasar yang lainnya, Pasar Tiban termasuk bagus. Omsetnya kurang lebih Rp1 juta, hampir 80% peminat dari kalangan mahasiswa. Barang yang dijualpun sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Hanya saja kendala kalau hujan ya, tidak ada aktivitas pasar karena situasi tidak memungkinkan," ungkap Yasin (50) seorang penjual sprei dan sarung bantal berasal dari Kendal.
Aneka macam barang dan makanan tersedia di pasar ini, mulai dari aneka jajanan, pakaian, mainan anak - anak, kosmetik, aksesoris, dan lain sebagainya. Selain sebagai tempat sarana jual beli barang, pedagang juga menawarkan jasa seperti meyediakan permainan anak, misalnya permainan istana balon anak, mainan pancingan ikan untuk anak-anak. Dari segi edukatif, pembeli yang membawa anak bisa menyalurkan bakat dan minat dalam melukis lewat pedagang yang menawarkan jasa mewarnai di atas kertas bergambar.
Lilis pengunjung pasar Tiban yang merupakan mahasiswa UNNES mengaku sudah sering ke pasar Tiban karena harganya sangat terjangkau sesuai kantong mahasiswa. Hanya saja susahnya parkir motornya membuat kurang nyaman, apalagi kalau hujan.
"Lumayan lah jadi lebih dekat daripada beli di bawah (turun ke daerah kota), hemat besin juga. Harapannya buat pasar, diadakan saja setiap minggu, terus plot jualannya di kelompokkin, baju- baju, makanan, makanan," ujarnya
(okezone.com)
Pendidikan
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se