- Home
- Pendidikan
- Presiden Jokowi Rombak Pendidikan Vokasi, 4.000 SMK Direvitalisasi
Pendidikan
Presiden Jokowi Rombak Pendidikan Vokasi, 4.000 SMK Direvitalisasi
Rabu, 21 Nov 2018 14:49
BOGOR Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa salah satu kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Indonesia adalah revitalisasi pendidikan vokasi secara besar-besaran.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengajukan skema-skema SMK mana saja yang harus direvitalisasi.
Kemendikbud berharap ada sekitar 3.000-4.000 SMK yang direvitalisasi, terutama SMK Prioritas, Kelautan, Pariwisata, Pertanian dan Ekonomi Kreatif.
Mengenai guru, Kemendikbud juga akan mengajukan sekitar 72.000 guru SMK yang diangkat dengan skema P3K, yakni pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, sehingga, guru tersebut bisa dikontrak satu, dua, tiga tahun atau tergantung keinginannya.
"Mereka ini in take-nya dari para pekerja. Mereka yang sudah punya pengalaman kerja untuk mengabdi di sekolah dengan waktu tertentu pun sesuai dengan P3K itu," jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Istana Bogor, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Sebelumnya, dari program keahlian ganda yang sudah dilaksanakan oleh Kemendikbud, sekitar 15 ribu guru sudah diberi pengalaman kemahiran sesuai dengan bidangnya. Namun, Kemendikbud membutuhkan 90 ribuan guru SMK yang mempunyai keahlian produktif.
Jadi, Kemendikbud mengusulkan pengangkatan guru melalui P3K bukan dari fresh graduate, tetapi dari yang sudah berpengalaman. Muhadjir Effendy juga menjelaskan mengenai kurikulum yang akan diterapkan.
"Kan sudah diganti menteri koordinator ekonomi, kita merubah strategi supply base atau supply drive menjadi demand drive," tambahnya.
Sekitar 70% kurikulum keahlian diusulkan dari dunia industri dan dunia usaha, termasuk peralatan-peralatan dari rekomendasi dunia industri dan dunia usaha. Para siswa-siwi juga akan mendapat sertifikasi dari perusahaan-perusahaan besar yang akan berkerja sama dengan sekolah tersebut.
Perusahaan juga sekaligus bisa memberikan rekognisi kepada sekolah bahwa pendidikan siswanya menggunakan standar perusahaan tersebut.
"Jika nanti siswa tersebut tidak bisa bekerja di perusahaan yang
sudah bekerja sama dengan sekolahnya, setidaknya anak tersebut sudah
mempunyai kemampuan yang sudah diakui perusahaan yang punya reputasi.
Sehingga, memudahkannya untuk mendapatkan pekerjaan," ujarnya.
(okezone.com)
Pendidikan
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se