Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • 7 Kampus Terpapar Paham Radikalisme, Ini Upaya Menristekdikti

Kampus

7 Kampus Terpapar Paham Radikalisme, Ini Upaya Menristekdikti

Kamis, 22 Nov 2018 14:51
Detik.com
Surabaya - Menristekdikti M Nasir berupaya menangkal paham radikalisme tumbuh di kampus. Sebelumnya, ramai beredar kabar ada 7 kampus di Indonesia yang terpapar radikalisme.

"Masalah terpapar radikalisme ini perlu kami sampaikan perguruan tinggi perguruan tinggi yang terpapar radikalisme ini, semua rektor sudah saya minta untuk melakukan profiling pada dosen dan mahasiswa," papar Nasir saat ditemui usai diskusi di Forum Merdeka Barat di kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Langkah ini sudah dilakukan Nasir sejak tahun 2017. Nasir menyebut memang ada beberapa dosen dan mahasiswa yang diidentifikasi memiliki paham radikal. Namun pihaknya telah melakukan pembimbingan.

Selain itu, untuk para dosen, pihaknya menawari apakah mau tetap berpaham radikal dan melepas jabatannya sebagai PNS atau tetap menjadi dosen dengan meninggalkan paham radikal tersebut.

"Pada 2017 saya minta itu, dalam profiling ini ada memang ada beberapa dosen ada beberapa mahasiswa, maka orang ini harus kita bimbing. Dosen harus kita tawari Kalau memang dia suruh milih apakah dia ingin NKRI apa keluar, kalau keluar ya udah keluar dari PNS," lanjut Nasir.

Saat ditanya berapa jumlah dosen yang terpapar radikalisme, Nasir enggan merinci. Dia hanya menyebut ada sekitar 4-5 dosen. Jumlah tersebut juga tersebar dari beberapa kota di Indonesia.

"Kita melakukan pembinaan pada beberapa dosen yang ketahuan jelas ada sekitar 4 orang di Semarang, Bandung ada dan tempat-tempat lain ada, semua ada di Solo juga ada. Kami lakukan pembinaan, keputusannya kembali ke NKRI membuat suatu pernyataan tertulis. Kalau enggak dia akan memilih dia harus keluar," imbuhnya.

Selain itu, Nasir menyebut gelar dosen yang terpapar radikalisme tersebut juga bermacam-macam. Bahkan ada yang sudah menyandang gelar profesor.

"Profesor ada, yang bukan profesor ada. Dia menikmati uang negara tapi dia harus merong-rong negara itu ndak boleh," tegasnya.

Sebelumnya, Juni 2018, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebut data tujuh kampus di Indonesia yang terpapar radikalisme.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.