- Home
- Pendidikan
- Atasi Ketertinggalan Belajar Akibat Pandemi, Kemendikbudristek Dorong PTM Penuh
Atasi Ketertinggalan Belajar Akibat Pandemi, Kemendikbudristek Dorong PTM Penuh
Admin
Kamis, 09 Des 2021 15:47
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) mendorong penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Hal itu penting mencegah penurunan hasil belajar atau ketertinggalan anak-anak akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.
"Kita mendorong berbagai pihak untuk melakukan percepatan penyelenggaraan PTM, bukan terbatas tetapi penuh," kata Dirjen Paud, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri, dalam Konferensi Pers Virtual. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (9/12).
Menurutnya, selain penurunan hasil belajar, pandemi juga mengakibatkan ancaman putus sekolah, pernikahan dini, kekerasan anak dalam rumah tangga dan penurunan daya saing anak-anak.
Jumeri juga mencatat, saat ini banyak anak yang putus sekolah. Selain itu, jumlah peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurun akibat banyak orang tua menunda atau tidak menyekolahkan anaknya di jenjang PAUD.
Dampak lain dari pandemi juga menyebabkan kejenuhan pada anak-anak. Menurut Jumeri, perlu ada upaya untuk mengatasi kejenuhan ini. Sehingga menyarankan anak-anak diajak berolahraga demi menyehatkan kesehatan fisik dan mental mereka.
"Di masa pandemi, kita harus lebih memperhatikan kesehatan anak baik secara fisik maupun mental. Salah satu kegiatan yang mampu mengatasi kejenuhan ini dengan berolahraga yang dapat memberikan dampak positif pada kesehatan fisik dan mental anak," tutur Jumeri.
Selain olahraga, anak juga memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk memperoleh manfaat yakni meningkatkan energi, kinerja otak, suasana hati (mood), mencegah berbagai penyakit dan penurunan berat badan.
"Jenis makanan sehat yang bisa kita sajikan pada anak antara lain sayuran, daging, telur, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian dan makanan laut serta susu. Susu jadi kebutuhan vital anak untuk tumbuh kembang yang optimal," ujar Jumeri.
Di sisi lain, penerapan protokol kesehatan juga tetap dijalankan yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas serta interaksi.