Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Bukan Semen, Beton Bikinan ITS Ini Berbahan Limbah Kelapa Sawit

Kampus

Bukan Semen, Beton Bikinan ITS Ini Berbahan Limbah Kelapa Sawit

Kamis, 13 Des 2018 10:15
Istimewa
Surabaya - Bahan baku beton ternyata tak hanya sebatas pada semen. Namun sejumlah limbah ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku beton, bahkan kualitasnya tak kalah dengan beton biasa. Salah satunya dikembangkan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini.

Adalah Cita Nanda Kusuma Negari, Agus Bastian dan David Gideon. Ketiganya berinovasi membuat beton Self Compacting Concrete (SCC), atau beton dengan tingkat fluiditas yang tinggi dan tidak memerlukan alat pemadat, dari limbah kelapa sawit.

Salah satu anggota tim, Cita menerangkan alasannya memilih limbah kelapa sawit atau Palm Oil Fuel Ash (POFA) sebagai material pengganti semen.

"Selama ini pemanfaatan POFA masih minim dan belum terkelola dengan baik. Selain itu POFA menjadi masalah bagi industri kelapa sawit karena memerlukan lahan pembuangan yang luas dan jumlahnya yang terus meningkat," paparnya dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (13/12/2018).

"Jadi, kami ingin mengangkat konsep sustainable atau keberlanjutan dari poin-poin tersebut," lanjutnya.

Menurut Cita, POFA terlebih dahulu disaring sampai lolos ayakan nomor 325. Tujuannya agar ukuran partikel dapat terkontrol sesuai dengan ukuran semen sehingga bisa reaktif.

"Apabila ukuran partikelnya lebih besar dari ukuran semen, POFA ini hanya akan bekerja sebagai filler atau bahan pengisi, bukan sebagai binder atau pengikat," terangnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa POFA sebagai substitusi semen memiliki kandungan pozolanik seperti silika, alumina, dan besi yang tinggi. Kandungan tersebut berguna untuk membantu reaksi hidrasi sekunder yang dapat meningkatkan kekuatan beton.

"Pozolannya lebih dari 70 persen sehingga sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)," terang mahasiswa angkatan 2017 ini.

Setelah jadi, beton SCC bikinan tim yang dibimbing Ir Faimun MSc PhD dan Prof Tavio ST MT PhD ini kemudian melewati proses uji slump flow, L-Box, dan compressive strength. Uji slump flow dan L-Box ini berfungsi untuk mengetahui kelecakan (workability) dari campuran beton segar guna menentukan tingkat kemampuan kerjanya. Sedangkan compressive strength atau uji tekan berfungsi untuk menguji kekuatan materialnya.

Dari hasil uji slump flow, beton bikinan tim Cita menunjukkan nilai 685 milimeter, sehingga lolos standar The European Federation of Specialist Construction Chemicals and Concrete Systems (EFNARC) yang besarnya sebesar 500 milimeter. Sedangkan untuk compressive strength-nya mendapat nilai rata-rata 26 megapascal.

Dengan inovasinya tersebut, tim ini berhasil menyabet juara ketiga dalam ajang International Concrete Competition (ICC) 2018 di Universitas Sebelas Maret (UNS), beberapa waktu lalu.



(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.