- Home
- Pendidikan
- Cerita 25 Mahasiswa Undip Selamat dari Tsunami di Pulau Legundi
Kampus
Cerita 25 Mahasiswa Undip Selamat dari Tsunami di Pulau Legundi
Rabu, 26 Des 2018 13:59
Para mahasiswa tersebut terdiri dari tim ekspedisi Dwipantara Unit Kegiatan Selam 387 (UKSA-387) Universitas Diponegoro dan tim ekspedisi Thalassina UKM Sea Crest Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Rencananya mereka berada di Pulau Legundi sejak 20 Desember hingga 30 Desember 2018.
Mereka datang untuk survei sumber daya alam pesisir, pulau kecil dan pemberdayaan masyarakat atas undangan kepala desa agar daerahnya disiapkan sebagai desa wisata bahari. Namun baru 2 hari di sana, bencana datang.
"Rumah pak Kades itu dekat dermaga jadi terlihat. Saat pasang kedua air sudah mulai terlihat menggulung-gulung," kata dosen pembina yang ikut di menginap di lokasi, Ir Ita Riniatsih MSi saat ditemui di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Semarang, Rabu (26/12/2018).
Salah satu mahasiswi, Dinda Ayu oktaviana (20) menceritakan detik-detik mereka berusaha menyelamatkan diri. Ia menjadi orang terakhir yang nyaris terseret tsunami. Dinda berusaha mengamankan barang-barang elektronik ke atas lemari dan mendahulukan orang-orang untuk menyelamatkan diri dengan memanjat tembok.
"Kemudian saya ikut lompat tembok, itu air sudah sepinggang. Waktu itu ada teman saya menyuruh pegangan tembok," kata Dinda.
"Posisi itu di depan mushola dan tidak ada pegangan, cuma ada tembok. Sekitar 2 menitan air makin deras, saya sudah merasa ini berakhir. Pegangan saya sudah hampir lepas, di mulut hanya terucap Allahu Akbar dan Istighfar," terang Dinda dengan mata berkaca.
Melihat jendela mushola sudah pecah kacanya, kemudian dia berenang menuju tempat itu. Tenryata di tempat itu sduah ada Andi, salah seorang temannya. "Ada teman saya di jndela, bantu saya. Tapi masuk ke jendela itu juga butuh waktu lama," lanjutnya.
Sekitar 10 menit, akhirnya dia bisa masuk ke mushola dan bertemu warga lainnya di dalam. Mereka menunggu air agak tenang kemudian berjalan menuju bukit. Dalam perjalanan, para mahasiswa itu membantu mengevakuasi warga yang kelelahan.
"Saya sama Andi jalan, ketemu ibu-ibu ya kita tolong. Ketemu beberapa teman juga. Posisi gelap dan licin, banyak warga di pinggir jalan," tandasnya.
"Kita juga bawa tas obat-obatan yang selalu ada. Kita minta warga bilang kalau ada yang sakit. Kita berikan obat dan makanan," ujar Ramadhan.
Dari sekitar 500 kepala keluarga yang terdampak di Pulau Legundi, ada 1 orang yang meninggal karena merasa sudah tidak kuat melarikan diri dan menderita stroke.
"Ada bapak-bapak dan anggota kita yang mendatangi seorang warga saat kejadian, tapi tidak mau dievakuasi, meminta agar kami menyelamatkan diri saja," kata mahasiswi bernama Defi puspitasari (21).
Para mahasiswa itu bertahan bersama warga di tenda yang didirikan tim ekspedisi serta warga sekitar di bukit. Keesokan harinya bantuan datang dari kecamatan setempat. Tim ekspedisi dari Undip dievakuasi bertahap oleh Marinir dan Polairud. Mereka dipulangkan bergantian sejak tanggal 24 Desember lalu hingga terakhir hari ini.
"Ada teman yang trauma, tapi traumanya lebih ke suara. Jadi waktu itu ada suara pintu jatuh, langsung kaget terus nangis-nangis. Nangisnya itu kepikiran warga yang masih di bawah," ujar Ramadhan.
Dosen sekaligus ketua UKSA 387, Munasik, mengatakan pihaknya bersyukur karena rombongan dari Undip termasuk 4 alumni selamat. Saat ini masih ada alumni yang tinggal di lokasi untuk mengumpulkan peralatan-peralatan survei yang bisa diselamatkan.
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se