Kamis, 11 Jun 2026

pendidikan

Dosen Asing Diperkirakan Enggan Mengajar di Indonesia

Jumat, 20 Apr 2018 09:51
okezone.com
Ilustrasi

TANJUNGPINANG - Dosen asing yang berkualitas kemungkinan keberatan mengajar di Indonesia dalam jangka waktu 2 tahun, kata Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Prof Syafsir Akhlus.

"Pada dasarnya kami memahami kenapa pemerintah memberlakukan kebijakan itu. Namun kemungkinan dosen asing yang berkualitas, terutama di bidang sains dan teknologi menolak mengabdi di kampus Tanah Air karena terlalu lama," ujarnya di Tanjungpinang, baru-baru ini.

Ia mengatakan kebijakan membolehkan dosen asing mengajar di Indonesia sudah lama dilakukan pemerintah, namun maksimal hanya enam bulan. Jika sampai dua tahun mengabdi di kampus di Indonesia, selain dosen itu menolak, pihak kampusnya juga belum tentu mengizinkan.

"Khusus untuk sains dan teknologi, hampir dapat dipastikan dosen yang bersedia mengajar di Indonesia kurang berkualitas. Kalau berkualitas tidak mungkin diizinkan kampus asalnya," ucapnya.

Akhlus berpendapat, dosen asing yang diijinkan berlama-lama mengabdi di Indonesia kemungkinan di bidang humaniora untuk kepentingan laboraturium alam.

"Kalau humaniora kemungkinan dapat lama, karena sambil melakukan kajian," katanya.

Ia mengatakan, kebijakan membuka keran dosen asing mengabdi di kampus-kampus di Indonesia bukan hal yang mudah dilaksanakan. Salah satu persoalan yang dihadapi kampus yang menerima dosen asing tersebut terkait gaji dan pendapatan lainnya.

Standar gaji dosen asing berbeda dengan gaji dosen lokal. Gaji termurah untuk dosen asing USD5.000 per bulan.

"Tentu harus bersumber dari APBN. Sistem yang dibuat juga harus jelas. Kalau dibayar pakai standar lokal, mereka pasti menolaknya," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya belum berpikir untuk memanfaatkan kebijakan pusat tersebut. Ia justru berpendapat pemerintah sebaiknya mengoptimalkan kebijakan mempekerjakan dosen asing dalam waktu satu semester.

"Saya pikir itu lebih baik, dan efektif," katanya.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.