- Home
- Pendidikan
- Dua Kampus Swasta Tolak Dijadikan Universitas Negeri Kota Bekasi
Kampus
Dua Kampus Swasta Tolak Dijadikan Universitas Negeri Kota Bekasi
Rabu, 04 Jan 2017 10:56
"Awalnya kami melirik Universitas Islam 45 Bekasi untuk dijadikan kampus negeri, namun pihak manajemennya belum tertarik dengan tawaran kami," kata Kepala Bidang Sosial dan Budaya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Eka Hidayat di Bekasi, baru-baru ini.
Menurut dia, negosiasi pembelian lahan seluas 18 hektare yang kini ditempati Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur telah dilakukan sejak 2014.
Pihaknya mengaku telah mengalokasikan dana akuisisi Unisma sebesar Rp400 miliar pada 2016. Namun pada 2016, kata dia, pihak yayasan lebih memilih untuk menjualnya kepada perusahaan swasta di Malaysia untuk dijadikan sebagai kawasan komersil.
Alasan pihaknya memilih Unisma, karena usia kampus tersebut paling tua di Bekasi, yaitu sejak tahun 1982. Keberadaan Unisma juga dianggap mendorong pendidikan masyarakat Bekasi, sehingga kampus itu memiliki historis dan kedekatan dengan warga Bekasi.
Eka menjelaskan, saat ini Pemkot Bekasi telah mengajukan beberapa persyaratan kepada kampus swasta lainnya yang ingin diakuisisi. Syaratnya, luas kampus minimal 30 hektare, memiliki minimal 10 program studi dan memiliki enam tenaga pengajar berpendidikan S2 di setiap bidang studi.
Menurutnya, keberadaan kampus negeri di Kota Bekasi merupakan hal yang mendesak karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018.
Kampus lainnya yang juga telah ditawarkan untuk diakuisisi adalah Universitas Krisnadwipayana, Katiwaringin, Pondokgede. Namun di tengah perjalanan, kata dia, mendadak Universitas Krisnadwipayana menarik diri.
"Mereka tidak bersedia dijadikan kampus negeri karena berbagai pertimbangan setelah mengetahui persyaratan yang diajukan pemerintah," katanya.
Menurut Dadang, keberadaan kampus negeri bisa mendongkrak indeks pendidikan di wilayah berpenduduk 2,5 juta jiwa itu. Sebab selama ini, kata dia, indeks pendidikan di Kota Bekasi tidak sesuai harapan.
Berdasarkan catatan yang dia punya, indeks pendidikan di Kota Bekasi pada 2013 mencapai 89,80 persen, sementara target yang dipasang pemerintah adalah 90,34 persen.
Meski keberadaan kampus negeri sangat mendesak, namun pemerintah enggan merintis kampus dari awal karena membangun sistem di lembaga pendidikan tinggi dinilai sulit.
"Membangun fisik (gedung) itu mudah, tapi membangun sistem itu cukup sulit," ujar Eka.
Eka menambahkan, Pemkot Bekasi gencar melakukan sosialisasi di kampus-kampus swasta untuk kesediaan mereka diubah menjadi kampus negeri. (okezone.com)
Pendidikan
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit