Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Fadhli Gemetar Baru Pertama Naik Pesawat, Anak Buruh Sawit dari Rohil Terima Beasiswa BPDPKS 2020

Fadhli Gemetar Baru Pertama Naik Pesawat, Anak Buruh Sawit dari Rohil Terima Beasiswa BPDPKS 2020

Admin
Sabtu, 07 Nov 2020 09:35
pekanbaru.tribunnews.com
Kadisbun Riau, Ir Zulfadli didampingi Ketua Umum DPP Apkasindo RI, Dr (c) Ir. Gulat Manurung, MP.C.APO saat pelepasan taruna sawit, program beasiswa BPDPKS tahun 2020 di Bandara SSK II Pekanbaru, Jumat (6/11/2020).

PEKANBARU - Anak buruh sawit dari Kabupaten Rokan Hilir, Riau tak menyangka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Pasalnya, orangtuanya yang hanya buruh sawit tak mampu membiayai pendidikannya.

Tak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya, Fadli menceritakan betapa bangganya bisa diterima di AKPY STIPER.

“ Kampus idaman saya sejak dulu. Mustahil saya bisa kuliah di sana jika tanpa beasiswa BPDPKS. Orang tua saya tidak mampu untuk itu,” ujar anak buruh tani sawit dari Kecamatan Pujud ini.

Fadhli menambahkan, perjalanan kali ini paling jauh yang ditempuhnya dari kampung halamannya.

Bahkan, baru kali inilah dia naik pesawat terbang, hingga gemetar dan masih tak menyangka keberentungan yang diraihnya.

“Saya harus menumpang bermalam di Kantor Apkasindo Riau sebelum berangkat ke Yogyakarta, karena saya tak tau harus menginap di mana, saya tidak punya famili di Pekanbaru,”ujarnya.

“Baru kali ini juga saya naik pesawat, tak terbayangkan sebelumnya akan naik pesawat,” ujar Fadli dengan mata sembab menahan haru.

Fadhli juga memuji pelayanan dari Apkasindo Riau, sejak awal sosialisasi hingga proses pengurusan beasiswa, ujian dan pemberangkatan ke kampus tujuan.

“Saya terharu dengan layanan Apkasindo, mulai dari sosialisasi Beasiswa BPDPKS, latihan ujian, sampai ke pemberangkatan ke kampus AKPY STIPER kami benar-benar bangga jadi anak petani, apalagi dengan Apkasindo,” urai Fadhli.

Program Beasiswa Sawit merupakan salah satu bentuk program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit

Pendanaannya didukung oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), sumber dananya berasal dari pungutan ekspor CPO sebesar 55 USD per ton CPO.


Di antara pemanfaatan dana pungutan ekspor tersebut adalah untuk meningkatkan SDM petani dan anak petani buruh tani sawit.

Pada tahun 2020 ini, BPDPKS dan Ditjenbun Kementerian Pertanian kembali menyelenggarakan SNBSI.

Penerima programnya ditujukan terutama kepada putra-putri pekebun/buruh sawit dan pegiat sawit.

Kuota penerima beasiswa sawit ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian sejumlah 655 orang.

Dengan alokasi beasiswa D1 sebanyak 250 mahasiswa, beasiswa D3 sebanyak 290 mahasiswa, dan beasiswa D4 sebanyak 115 mahasiswa.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.