Kamis, 23 Jul 2026

Kampus

Ganti Plonco dengan Pengetahuan Pancasila saat MOS

Kamis, 30 Jul 2015 15:14
Okezone
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memberikan pembekalan Pancasila kepada peserta MOPD di Sekolah AMEC Depok.
DEPOK-Kemendikbud melarang tegas bentuk perploncoan dalam kegiatan masa orientasi siswa (MOS). Sekolah lebih baik mengisinya dengan pembekalan Pancasila.

Bahkan, peserta Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) di sekolah Al-Ma'mun Education Center (AMEC) Bojongsari, Depok, mendapat pengetahuan tersebut langsung dari Wakil Ketua MPR RI Mahyudin. Pembekalan Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika tersebut diberikan kepada siswa kelas VII dan X.

"Generasi muda harus lebih perhatikan, bangsa kita hampir 70 tahun. Kalian generasi penerus pemimpin bangsa. Kalau mau menghancurkan bangsa Indonesia tak usah diserang dengan bom, cukup generasi muda tidak cinta bangsa sendiri, maka negara bisa hancur," ujar Mahyudin di Sekolah AMEC, Depok, Kamis (30/7/2015).

Mahyudin menambahkan, sosialisasi empat pilar sesuai dengan UU 17/2014 UU. Seperti dulu, lanjutnya, tiap sekolah diberikan penataran P4.

"Di sini siapa yang mau jadi anggota dewan? Gajinya besar, lho, Rp50 juta sebulan bawa pulang. Tapi jangan jadi anggota dewan yang datang duduk dan diam," tukasnya.

Dia mengaku miris mengingat banyak anak muda yang tidak memahami nilai dan butir-butir Pancasila. Bahkan banyak juga yang tidak hafal Pancasila.

"Para pelajar perlu paham soal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika serta sistem ketatanegaraan," jelas Mahyudin.

Direktur Sekolah AMEC Ma'mun Ibnu Ridwan mengatakan, setelah sosialisasi empat pilar bernegara dan berbangsa ini para akan siswa diminta membuat makalah dari pemahaman empat pilar yang diberikan. Tidak hanya dengan MPR, sekolah juga bekerjasama dengan lembaga lain seperti kepolisian dan BNN. Kemudian, masa MOPD di sekolah itu ditutup dengan menanam tanaman obat dan tanaman herbal bersama siswa.

"Selama tiga hari MOPD ditutup dengan menanam tanaman herbal dan obat seperti kunyit, jahe, lengkoas, didampingi Dinas Pertanian," imbuhnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Jul 2026 15:01

    Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang Terkait Kasus MBG

    Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan kesempatan untuk memeriksa nanik S. Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Program Makan Bergi

  • Rabu, 22 Jul 2026 14:57

    Masih Sering Balap Liar, Kasat Lantas Polres Bengkalis Ingatkan Ada Sanksi Pinada Kurungan

    BENGKALIS - Aksi balap liar masih sering terjadi dan ditertibkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis. Pelaku balap liar yang didominasi remaja ini seakan tidak pernah jera untuk

  • Rabu, 22 Jul 2026 14:14

    Prabowo Tunjuk Sudaryono Jabat Kepala BGN, Pelantikan Siang Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan

  • Rabu, 22 Jul 2026 14:11

    Kunker ke Tanjung Pinang, Hendry Munief Kawal Alokasi Dana Khusus Kepulauan

    TANJUNGPINANG - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin hingga Selasa (20-21/7/2026). Kunjungan ini b

  • Rabu, 22 Jul 2026 14:10

    Lama Tak Masuk Kerja Tanpa Alasan, Dua Polisi di Kuansing Ini Resmi Dipecat

    TELUKKUANTAN â€" Dua anggota Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau resmi diberhentikan tidak dengan hormat setelah terbukti membolos kerja selama lebih dari satu bulan berturut-turut.Upacara Pember

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki