Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Guru Tampar Siswi gegara Selfie, Ratusan Siswa SMAN 1 Cicurug Demo

Pendidikan,

Guru Tampar Siswi gegara Selfie, Ratusan Siswa SMAN 1 Cicurug Demo

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 26 Agu 2025 16:22
Berita satu.com
Dunia pendidikan kembali diguncang oleh dugaan kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan seorang guru SMAN 1 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terhadap siswi perempuan. Kasus ini mencuat setelah korban diduga ditampar dan dipaksa sujud karena mengunggah foto selfie bersama gurunya ke media sosial.

Insiden tersebut diduga memicu persoalan dalam rumah tangga sang guru. Untuk meredam masalah, guru itu menyusun skenario video seolah korban diberi sanksi. Namun, dalam proses perekaman, guru tersebut justru benar-benar melakukan kekerasan.

“Guru itu merasa tidak nyaman dengan situasi keluarganya akibat foto yang beredar. Lalu dibuatlah skenario video seakan siswa diberi sanksi, tetapi dalam prosesnya, malah terjadi pemukulan,” jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Cicurug, Nurjaka, Selasa (26/8/2025).

Korban disebut mendapat tekanan untuk tidak membocorkan kejadian ini. Ia bahkan diancam dikeluarkan (DO) dari sekolah apabila tidak mengikuti permintaan guru, termasuk pembuatan video kedua yang melibatkan guru BK.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melayangkan protes kepada pihak sekolah. Keesokan harinya, mediasi digelar di ruang Bimbingan Konseling bersama wali kelas, ketua kelas, dan guru bersangkutan.

Meski pertemuan yang difasilitasi pihak kecamatan dan Polsek Cicurug menghasilkan kesepakatan damai pada Sabtu (23/8/2025), kabar tersebut tetap menyebar luas di media sosial tanpa menyebutkan adanya perdamaian. Hal ini memicu kemarahan dari kalangan siswa.

Senin (25/8/2025), ratusan siswa SMAN 1 Cicurug menggelar aksi damai di halaman sekolah. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Kekerasan Atas Nama Pendidikan” dan “No Woman Deserves To Be Abused” sebagai bentuk solidaritas terhadap korban dan penolakan terhadap kekerasan di sekolah.

Pihak sekolah menyatakan proses belajar mengajar kembali normal. Namun, guru yang terlibat akan segera dipanggil oleh Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA " Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA " Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.