Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kemendikbud Ganti NISN dengan NIK, Murid Putus Sekolah Akan Ketahuan

Pendidikan

Kemendikbud Ganti NISN dengan NIK, Murid Putus Sekolah Akan Ketahuan

Rabu, 23 Jan 2019 16:27
Detik.com
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak lagi memakai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) untuk mendata peserta didik. Nantinya NISN atau Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akan diintegrasikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Nanti untuk seluruh siswa itu tidak lagi memakai Nomor Induk Siswa Nasional tapi pakai Nomor Induk Kependudukan, cukup dijadikan satu," kata Mendikbud Muhadjir Effendi dalam keterangan tertulis, Rabu (23/1/2019).

Pernyataan itu disampaikan oleh Muhadjir usai bertemu Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrullah, kemarin (22/1). Tujuan pengintegrasian ini, kata Muhadjir, salah satunya agar sistem zonasi berjalan dengan baik.

"Dulu orang tua datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya. Nanti kita harapkan dengan dukungan dari aparat Kemendagri, justru sekolah-lah bersama aparat desa dan aparat kelurahan mendata anak ini masuk ke sekolah mana, didata oleh pemerintah terutama untuk masuk sekolah negeri," ujar Muhadjir.

Teknis pengintegrasiannya adalah mulai tahun ajaran mendatang, sudah tak ada lagi siswa yang memiliki NISN. Sebagai gantinya, siswa memakai NIK sesuai dengan profil keluarga yang sudah ada di data sekolah.

"Mereka kan sudah ada di sekolah-sekolah. Tinggal mengecek dia termasuk di daerah mana? Tinggal di mana? Keluarganya siapa? Saya kira secara teknis tidak ada kesulitan hanya memang kita perlu penyepadanan data," ungkap Muhadjir.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudah Arif sepakat dengan pengintegrasian ini. Sehingga nantinya siswa yang putus sekolah bisa langsung diketahui.

"Dengan NIK itu ketika dicari datanya dalam data kependudukan langsung akan diketahui. Dia sekolah di mana? Tinggal di mana? Sekarang kelas berapa? Kalau nanti dia putus sekolah di kelas 5 (misalnya), nanti bisa ngecek putus sekolah karena apa? Kalau nggak punya biaya, bisa diurus beasiswanya, baik itu beasiswa dari APBN maupun APBD," tutur Zudan.



(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.