Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Keren! Inovasi Siswa SMK di Makassar Rakit Robot Pemantau

Pendidikan

Keren! Inovasi Siswa SMK di Makassar Rakit Robot Pemantau

Jumat, 14 Des 2018 14:25
Detik.com
Makassar - 3 Siswa di SMK Negeri 5 Pembangunan Makassar membuat inovasi dengan membuat robot pemantau yang memiliki banyak fungsi. Robot ini bisa digerakkan dari jarak jauh dengan menampilkan video real time.

Robot kendaraan yang memiliki empat roda dan memiliki semacam belalai tempat sebuah layar diletakkan. Sebuah alat kecil pemancar untuk menerima gelombang hotspot juga diletakkan di atas kendaraan kecil ini.

"Kami sebut robot pengintai. Tapi nama untuk robot ini masih belum kami berikan," kata Siswa SMK Negeri 5 Makassar, Ruslan saat ditemui di sekolahnya, Jalan Sunu, Makassar, Jumat (14/12/2018).

Ruslan bersama beberapa rekannya mengatakan butuh waktu sekitar 2 minggu untuk merakit robot ini. Proses awalnya adalah merakit kendaraan yang bisa bergerak berputar dengan menggunakan empat roda. Komponen-komponen lainnya dari robot ini disiapkan, antara lain adalah sebuah kamera dan sebuah 'tuas belalai' tempat kamera diletakkan

Yang menarik, robot pengintai ini dapat dikendalikan dari jarak jauh, tergantung dengan jaringan internet di lokasi robot ini berada.

"Saya bertugas pada proses pemrograman untuk robot ini sehingga dapat digerakkan," kata Ruslan.

Sementara itu, guru pembimbing SMK Negeri 5 Pembangunan Makassar, Nurbayu mengatakan bahasa program yang dipakai pada kendaraan ini jenis Phyton dengan otak robot menggunakan program Raspberry P3 B+.

"Jadi otak kendaraan ini seperti komputer jadi seperti komputer kecil dan bisa kita hubungkan ke kamera dengan berbasis internet," ungkapnya.

Nantinya. kamera akan menangkap gambar secara real time dan gambar di sekitarnya akan diambil oleh robot ini dengan cara berputar hingga 360 derajat. Bahkan, Nurbayu mengatakan tidak ada batas jarak untuk menggunakan kendaraan ini.

Dia menyebut kendaraan yang dinamakan Surveillance Robot ini dibuat dengan modal Rp 2,5 juta. Namun dia mengakui, ide robot ini tidaklah baru karena di luar negeri telah ada beberapa robot sejenis yang telah dikembangkan.

"Kalau mencontoh luar negeri biayanya mahal dan tidak praktis. Makanya kita buat yang mudah dan gampang," ungkapnya.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.