Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Keren, Siswa SMA Bikin Topi Pintar Pengganti Tongkat untuk Tunanetra

Pendidikan

Keren, Siswa SMA Bikin Topi Pintar Pengganti Tongkat untuk Tunanetra

Senin, 03 Des 2018 13:53
Detik.com
Ponorogo - Kelak tongkat untuk alat bantu berjalan bagi para tunanetra akan menjadi barang usang dan digantikan dengan teknologi yang lebih canggih. Ide itu bahkan telah direalisasikan oleh dua siswa SMA di Ponorogo.

Adalah Karvian Setio Aji (18) dan Muhammad Huda (17), siswa SMA Muhammadiyah Ponorogo yang berhasil berinovasi dengan membuat topi pintar untuk tunanetra. Fungsinya mirip dengan tongkat bagi para penyandang tunanetra, yaitu penunjuk arah.

"Kami terinspirasi dari kakak kelas kami yang tunanetra, sering terantuk kena kepalanya saat melewati lorong atau bawah tangga," tutur Karvian kepada detikcom, Senin (3/12/2018).

Dari sini Karvian bersama Huda berinisiatif membuat sesuatu yang dapat membantu para tunanetra agar tak mengalami kesulitan. Belakangan muncul ide memanfaatkan topi yang dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi benda di sekitar penyandang tunanetra.

Butuh waktu selama 1,5 bulan untuk Karvian dan Huda membuat topi yang dilengkapi infrared, panel surya, IC controller arduino, buzzer, lampu led dan konektor USB tersebut.

Topi yang kemudian diberi nama 'Topi Pintar' ini diklaim dapat mendeteksi benda di depan penggunanya sejauh 1,5 meter serta benda di kanan kiri pengguna sejauh 20 cm. Tak bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

Karvian menambahkan, topi yang dibuat dengan menghabiskan dana Rp 750 ribu itu dapat dipakai selama 1,5 jam di dalam ruangan dan 2 jam di luar ruangan karena dilengkapi panel surya.

Menariknya, topi ini juga dilengkapi dengan alarm. Ini untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu si pemilik lupa meletakkan topi pintarnya. Pemilik tinggal bersiul dan topi tersebut akan 'membalas' panggilan si pemilik.

"Jadi cara pakainya topi dipakai nanti ada alarm yang berbunyi jika ada benda diatas atau didepan kepala pemakai," terang Karvian.

Kelebihan lain dari topi ini, lanjut Karvian, adalah bisa menjadi USB konektor untuk charger HP dan panel LED agar orang lain bisa waspada dengan si pemilik topi saat berjalan di malam hari.

"Karena masih dalam tahap pengembangan sehingga belum tahan air," tambah Karvian.

Ditambahkan Karvian, mereka sempat sempat menemui beberapa kendala saat membuat topi pintar tersebut, semisal saat memprogam arduino dan buzzer yang berulang kali rusak saat dicoba.

"Paling sulit menginput progam untuk penambahan alat lainnya seperti penambahan pengisi daya serta deteksi siul untuk mencari topi dan pengisian daya melalui panel surya," jelasnya.

Namun upaya Karvian dan Huda seolah tak sia-sia ketika topi bikinan mereka mendapatkan pujian. Salah satu penyandang tunanetra yang mencoba memakai topi ini mengaku terbantu dengan alat ini.

"Ya terbantu, apalagi di tempat baru biasanya terbentur tembok. Kalau ini kan ada warning jadi kepala saya tidak sampai terantuk," ungkap si penyandang tunanetra, Nabiel Ghaly Azumi.

Tak hanya itu, hasil karya siswa kelas XI dan XII ini juga berhasil menyabet 'Best Speaker' dalam lomba karya ilmiah populer pesta sains nasional yang digelar di Institut Pertanian Bogor pada 25 November silam.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.