Kamis, 11 Jun 2026

pendidikan

Kisi-kisi pendaftaran CPNS 2018

Sabtu, 28 Apr 2018 15:25
merdeka.com
CPNS Surabaya.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan membuka secara resmi penerimaan calon pegawai negeri sipil atau yang biasa dikenal dengan sebutan CPNS 2018. Pembukaan pendaftaran CPNS 2018 bakal dilakukan pasca pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau pilkada yang berlangsung bulan Juni mendatang.

Menanggapi hal itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan beberapa masukan kepada para calon pelamar, agar bisa mengikuti tes dengan lancar dan tidak termakan selentingan kabar tak benar menyangkut proses perekrutan.Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) BKN Mohammad Ridwan mengingatkan masyarakat agar menyimak segala persyaratan sejak memulai pendaftaran.

"Sebenarnya enggak ada trik baru. Tapi sekadar tips, sejak pendaftaran harus baca semua ketentuan persyaratan yang diminta untuk ikut tes CPNS, jangan sampai salah," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (24/4/2018).Dia mencontohkan, pelamar yang mau menjadi CPNS di pemerintah daerah (pemda) harus cermat dalam memilih lokasi penempatan. Oleh sebab itu, diberi keleluasaan untuk mengambil tempat kerja yang tidak harus sesuai dengan domisilinya.

Lebih lanjut Ridwan mengimbau supaya masyarakat tidak mudah termakan isu hoax soal penerimaan CPNS 2018 yang kini marak beredar di dunia maya.

"Lihat informasi resmi yang dikeluarkan Kementerian PANRB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) atau BKN. Itu bisa dicek di akun medsos milik Kementerian PANRB dan BKN," imbau dia.

Terakhir, Ridwan mengajak masyarakat yang hendak ikut tes CPNS 2018 untuk segera menimbang posisi apa yang mau mereka ambil.

"Mulai tentukan dari sekarang pilihan (posisi CPNS), supaya enggak sulit ke depannya," tandasnya.

Dibuka Lowongan 200 Ribu CPNS 2018, Pelamar Bisa Capai Jutaan Orang

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan ada sekitar 200 ribu formasi atau kursi dalam lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Dengan ratusan ribu lowongan tersebut diperkirakan jumlah pelamar mencapai 3 juta orang.Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BKN Mohammad Ridwan mengatakan, profesi PNS masih menjadi idaman masyarakat. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya pelamar dalam lowongan CPNS pada 2017 lalu.

Dalam catatan BKN, jumlah pelamar dalam seleksi CPNS gelombang II 2017 mencapai 1.295.925 orang. Padahal, pemerintah hanya membuka formasi CPNS sebanyak 17.928 formasi.Untuk tahun ini jumlah pelamar CPNS diperkirakan bakal lebih besar dibanding tahun lalu karena formasi yang disediakan pun lebih banyak. Pada 2018 ini, pemerintah menyiapkan kurang lebih 200 ribu kursi CPNS.

"Pasti lebih banyak jumlah pelamarnya, soalnya perkiraan kasar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nanti sampai 200 ribu formasi yang dibuka, lebih banyak dari 2017," ucap dia saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (24/4/2018).Lebih lanjut Ridwan menyatakan, jika benar formasi yang dibuka untuk 2018 mencapai 200 ribu posisi, ia memperkirakan jumlah pelamar tahun ini bisa sampai 3 juta orang.

"Kalau format BKN sampai 3,5 juta pelamar CPNS. Karena menurut informasi, nanti akan ada tambahan posisi baru, seperti guru, dosen, dan dokter," jelas dia.

Posisi Incaran

Ketika ditanya terkait posisi mana yang nantinya akan paling banyak diminati oleh pelamar, dia bilang, belum bisa memberikan gambaran secara pasti.
"Pemerintah masih on going mengusulkan formasi pastinya. Kan disebutinnya (proses seleksi CPNS) baru akan dimulai pasca-pilkada nanti, tapi masih belum tahu kapan," ujarnya.

Soal persentase jumlah pelamar dan formasi yang tersedia pada saat tes CPNS 2017 dibanding tes CPNS 2018 nanti, ia menyebutkan, penerimaan pada tahun ini masih tetap yang lebih banyak.

"Coba aja dihitung, saya rasa dari perhitungannya pasti tahun ini. Soalnya latar (belakang) pendidikan yang bisa ikut untuk proses seleksi juga makin banyak dibuka," tandas dia.

Akhir tahun 2017 lalu, Presiden RI Joko Widodo sudah memberikan restu terkait penerimaan CPNS 2018. Hal itu diakui oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur. Dia mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan apresiasi kepada KemenkumHAM yang telah menciptakan sistem perekrutan yang sangat baik melalui teknologi informasi.


(Merdeka.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.