Selasa, 21 Apr 2026

pendidikan

Lima Skill untuk Investasi Karier

Minggu, 09 Agu 2015 12:45
shutterstock
Tetap asah kemampuan untuk mendapat kesempatan naik ke jenjang karier lebih tinggi.
SETELAH bersusah payah menaklukkan tahap rekrutmen kerja, kamu pun berhasil mengamankan posisi di suatu perusahaan. Kini saatnya bekerja, menunjukkan profesionalisme dan meningkatkan performa.

Tetapi, apa keahlian yang membedakanmu dari karyawan lain di tempat kerja? Apakah skill tersebut akan berguna saat kamu berupaya menapaki jenjang karier yang lebih tinggi?

Lima keahlian berikut ini sulit tetapi layak dipelajari serta dapat menjadi investasi dalam rencana karier jangka panjangmu.

Manajemen waktu

Kemampuan manajemen waktu yang baik amat dihargai perusahaan. Karena itu, cari tahu sistem apa yang efektif untukmu dan tetaplah menggunakannya. Mulailah dengan merencanakan pekerjaan dan membuat jadwal yang dapat kamu penuhi hingga akhirnya berhasil mencapai target.

Konsistensi

Banyak orang berhenti bekerja keras ketika mencapai posisi tinggi. Padahal kemampuan untuk bekerja lebih keras dan tetap konsisten sangat vital untuk mempertahankan kesuksesan.

Empati

Dunia bisnis saat ini juga dijalankan berdasarkan prinsip empati. Contohnya, salesperson dapat sukses menjual produk karena berempati terhadap apa yang dirasakan dan dibutuhkan klien. Begitu juga kelangsungan bisnis jasa, ditopang oleh kemampuan pelaku sektor tersebut berempati dengan pelanggan.

Meminta bantuan

Profesional berarti bukan hanya mampu menyelesaikan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita, tetapi juga mampu meminta bantuan ketika membutuhkannya. Hal ini sulit dilakukan mengingat tidak ada orang yang ingin dianggap lemah atau tidak kompeten.

Nyatanya, sebuah riset dari Harvard Business School menyatakan sebaliknya. Ketika meminta saran kepada rekan kerja atau atasan, kamu meneguhkan keahlian orang tersebut. Pada akhirnya, mereka pun akan lebih terkesan denganmu.

Pikirkan urusan sendiri

Kamu hanya akan membuang waktu dan tenaga dengan mencampuri urusan atau tugas orang lain. Sebaliknya, fokus pada tugas yang menjadi tanggung jawabmu dan lakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya sesuai target.
(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.