Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa ITS Pakai Ampas Tebu untuk Kurangi Merkuri dalam Emas

Kampus

Mahasiswa ITS Pakai Ampas Tebu untuk Kurangi Merkuri dalam Emas

Kamis, 03 Jan 2019 09:45
Istimewa
Surabaya - Tidak sedikit tambang emas di Indonesia yang menggunakan logam merkuri dalam proses penambangannya. Padahal bila dibiarkan, merkuri sangat berbahaya apabila terakumulasi dalam tubuh ikan maupun manusia.

Untuk itu diperlukan inovasi untuk mengurangi merkuri yang terkandung dalam emas saat proses pemurnian. Inovasi ini kemudian dikemukakan oleh tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya; Vicario Baroroh, Irmariza Shafitri Caralin dan Alvin Rahmad Widyanto

Ketiganya menemukan bahwa ampas tebu ternyata dapat dimanfaatkan untuk dijadikan biosorben yang mengikat merkuri saat pemurnian emas.

Biosorben adalah bahan yang memiliki banyak pori-pori sehingga proses adsorpsi (penyerapan) dapat berlangsung pada dinding pori atau terjadi pada daerah tertentu di dalam partikel tersebut.

Setelah diujicoba, ternyata ampas tebu terbukti dapat mengurangi kadar bahaya merkuri dalam emas hingga 92 persen. Bahkan setelah kadarnya berkurang, merkurinya masih bisa dipakai kembali untuk memurnikan emas.

"Penggunaannya efektif hingga 100 kali permunian," ujar Vicario dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (3/1/2019).

Proses uji biosorben merkuri tersebut dilakukan dengan menggunakan karbon aktif dari ampas tebu. Gadis yang akrab disapa Roroh itu menjelaskan, setelah ampas tebu diaktivasi oleh larutan natrium hidroksida dan hidrogen klorida, hasil aktivasinya dilanjutkan dengan adsorpsi logam merkuri. Tujuannya untuk mengidentifikasi kapasitas adsorpsi dan isoterm, yaitu nilai perubahan keadaan gas pada suhu yang tetap.

Berdasarkan hasil pengujian, perlakuan aktivasi ternyata memberikan perubahan ukuran pada adsorben (zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase fluida) yang semula berukuran besar menjadi lebih kecil dan selektif.

"Ukuran kecil inilah yang membantu meningkatkan kapasitas adsorpsi terhadap merkuri," paparnya.

Menurut Roroh, pemilihan ampas tebu sebagai bahan karbon aktif sendiri didasarkan pada fakta bahwa kandungan selulosanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekam padi maupun jerami.

Dengan kandungan selulosa yang tinggi, lanjut Roroh, maka akan berdampak pula pada kapasitas adsorpsi merkuri yang tinggi.

"Selain itu, pemilihan ampas tebu ini pun didasari oleh keberadaannya yang mudah dijumpai di masyarakat," tambahnya.

Tak sia-sia, dengan inovasi tersebut, tim yang dibimbing oleh Ir Endang Purwanti S MT ini berhasil meraih juara pertama di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Cosmos di Universitas Diponegoro Semarang, beberapa waktu lalu.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.