Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa ITS Tuntaskan Masalah Imigrasi Jerman dengan Arsitektur

kampus

Mahasiswa ITS Tuntaskan Masalah Imigrasi Jerman dengan Arsitektur

Kamis, 12 Apr 2018 12:05
okezone.com
Foto: Dok ITS

JAKARTA - Tidak hanya bisa membuat bangunan super keren, ilmu asritektur juga bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan sosial. Seperti yang dilakukan tiga mahasiswa Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dilansir dari laman ITS, Kamis (12/4/2018), Fikri Sulaiman Kurnia Akbar, Adi Iman Wicaksono, dan Orphin Putra Gunawan mampu menjawab permasalahan pemukiman imigran di Kota Gelsenkirchen, Jerman.

Disana terdapat permasalahan antara warga lokal Jerman dengan imigran yang menempati kawasan yang dijuluki no-go zone. Kawasan tersebut dinamai no-go zone karena imigran yang kebanyakan berasal dari Turki dan Lebanon di sana kini tumbuh bak penguasa penuh. Fikri menuturkan, bahkan tak jarang terjadi konflik antara kelompok imigran tersebut dengan pihak aparat keamanan.

Kemudian Fikri melanjutkan, di kawasan tersebut imigran yang awalnya hanya minoritas kini jadi mayoritas dan menggeser penduduk asli kota tersebut. "Hal tersebut menjadikan no-go zone di Gelsenkirchen sebagai residual space, karena kawasan tersebut tidak memberi kebermanfaatan bagi masyarakat sekitarnya," sambungnya.

Lalu Fikri dan timnya melakukan observasi dan analisa. Mereka mendapatkan fakta bahwa, ternyata penduduk Jerman dan imigran masih hidup bersebelahan dalam satu kawasan, meski interaksi dan budaya diskusinya keduanya kurang. Hal ini akan mendorong konflik jika terjadi gesekan antar kedua kelompok tersebut.

Fakta lainnya adalah tingkat literasi di kalangan imigran tersebut masih sangat rendah. Dari hal tersebut membuat Fikri dan timnya melihat peluang untuk menyatukan kedua golongan melalui literasi.

Mereka menawarkan solusi konsep S(h)elf Wall, menurut pendekatan ilmu arsitektur konsep ini berupa seperti rak buku di dinding yang membentang dan memisahkan wilayah tinggal bagi warga asli Kota Gelsenkirchen dengan imigran yang menempati sebagian kawasan kota.

Dengan konsep S(h)elf Wall ini, mereka berharap mampu meningkatkan interaksi dan diskusi kedua kelompok. "Sebab jika nantinya buku-buku di dinding tersebut terambil semua, maka batas dinding yang semula ada akan hilang. Begitu juga dengan hal yang membatasi mereka," ujar mereka.

Walaupun terselip sedikit keraguan diawal, dengan kematangan konsep yang mereka buat akhirnya mereka yakin dengan solusi mereka untuk Kota Gelsenkirchen ini. Apalagi karya mereka mendapat pengakuan, dengan menjuarai kompetisi Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2018 beberapa waktu lalu.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.