Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Lamongan Tuntut Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi

Pendidikan

Mahasiswa Lamongan Tuntut Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi

Senin, 10 Des 2018 14:40
Detik.com
Lamongan - Puluhan mahasiswa berbagai elemen di Lamongan geruduk kantor kejari Jalan Veteran. Puluhan mahasiswa ini mempertanyakan sejumlah kasus korupsi yang dinilai belum ada kejelasan hingga kini.

Dengan melakukan longmarch, puluhan mahasiswa orasi bergantian. Mereka juga membentangkan spanduk berisi tuntutan. Di antaranya, "Tuntutan kami jelas, kami mempertanyakan 8 kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejari Lamongan karena seolah Kejari Lambat menangani," terang salah satu korlap aksi, Fahmi Fikri dalam orasinya, Senin (10/12/2018).

Bahkan, menurut Fahmi Fikri, ada juga putusan kasus dugaan korupsi yang sudah berjalan bertahun-tahun tapi belum juga ada keputusan tetap atau inkracht.

"Begitu ada pergantian pejabat di kejaksaan, seolah kasus yang sudah masuk lama itu tidak ditangani," kata Fahmi Fikri yang juga ketua PMII Lamongan ini.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan ini mengusung 8 poin kasus dugaan korupsi yang hingga kini masuk penanganan Kejari Lamongan. Salah satunya kasus perjalanan dinas DPRD Lamongan.

Mahasiswa juga mengultimatum Kejari Lamongan agar tahun 2019 ada perbaikan kinerja. "Jika ke depan tahun2019 setelah para mahasiswa demo dan kejaksaan tidak ada perbaikan, kita akan demo lagi mempertanyakan 8 poin kasus yang kami bawa ke Kejaksaan ini," tandas Fahmi.

Sementara Kepala Kejari Lamongan, Diah Yuliastuti mengapresiasi dukungan mahasiswa dalam upaya penegakan hukum. Diah memastikan siap memproses secara hukum jika ada laporan pengaduan dan data.

"Silahkan kalau memang ada data, masukkan. Kami pastikan akan kami proses kalau ada laporan pengaduan dan data," jelas kajari.

Sementara Kasi Pidsus Yugo Susandi merespon apa yang dipertanyakan dan menjadi materi orasi dengan meminta dukungan data. "Kalau memang ada data, kami akan memproses," kata Yugo meminta dukungan.

Aksi mahasiswa ini juga dijaga ketat anggota Polres Lamongan yang juga mengerahkan para polisi wanita. Massa pun membubarkan diri setelah melakukan aksi sekitar 2 jam dan ditemui pihak kejari.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.