- Home
- Pendidikan
- Menko Darmin: Kurikulum Pendidikan Vokasi Berdasarkan Potensi Tiap Daerah
Pendidikan
Menko Darmin: Kurikulum Pendidikan Vokasi Berdasarkan Potensi Tiap Daerah
Jumat, 07 Des 2018 16:48
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia dengan pendidikan vokasi. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era industri 4.0.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, roadmaps pendidikan vokasi terus disusun. Di mana setiap provinsi diminta merumuskan potensi yang dimiliki setiap daerah untuk menyesuaikan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan, sebab setiap daerah memiliki potensi dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda-beda.
Hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi mengenai pendidikan vokasi yang dipimpin Darmin di kantornya. Adapun rapat itu dihadiri berbagai perwakilan pemerintah provinsi.
"Kita perlu memulai setiap daerah untuk mengusulkan prioritas (potensi daerah) masing-masing," kata Darmin di Gedung Kemenko Perekonomian, Jumat (7/12/2018).
Darmin menjelaskan, setiap provinsi juga diminta untuk memiliki SMK prioritas yang dijadikan percontohan dengan standar pendidikan vokasi yang baik. Di sekolah itu juga akan diterapkan kurikulum baru untuk vokasi sesuai kebutuhan daerah tersebut.
"Tapi kurikulum ini akan dibicarakan bersama, misalkan SMK
terkait kopi maka kurikulumnya seperti apa, supaya jangan masing-masing
(setiap daerah). Karena kita mau merombak untuk vokasi itu struktur
belajar mengajarnya berapa persen di kelas, praktik, dan magangnya,"
jelas dia
Menurutnya, keselarasan kurikulum di setiap sektor menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi lebih produktif. "Jangan terlalu banyak kurikulum yang normatif dan adaptif, tapi yang banyak harus kurikulum untuk produktif," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, selama ini kurikulum yang ada di SMK memang menyesuaikan kurikulum pendidikan nasional, padahal setiap daerah memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, kurikulum kini bisa ditambahkan sesuai kebutuhan yang ada di masing-masing daerah.
Di Jawa Barat sendiri, kata dia, ada 9 SMK yang menjadi percontohan untuk pendidikan vokasi ini. Kurikulumnya beragam dari sektor pariwisata, agrobisnis pertanian, maritim, hingga ekonomi kreatif.
"Ada persepsi yang sama di berbagai provinsi kalau SMK itu keluaran alumninya tidak bisa langsung diserap oleh dunia usaha. Karena kurikulumnya secara nasional, sementara daerah potensinya bermacam-macam. Jadi sekarang lebih khusus sesuai potensi di daerah," katanya dalam kesempatan yang sama.
Di Lampung Barat, akan dikembangkan Sekolah Kopi sebab wilayah ini 70% penduduknya merupakan petani kopi. Sasaran Sekolah Kopi ini adalah petani yang akan bekerjasama dengan SMK di wilayah tersebut juga dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.
"Jadi menyiapkan tenaga kerja tapi juga petani. Sekolahnya
informal dengan pendidikan sekitar 1-2 bulan, kemudian kemudian dapat
sertifikat," ujar Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.
(okezone.com)
Pendidikan
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se