- Home
- Pendidikan
- Paham radikal juga susupi kampus di Prancis, Malaysia dan Singapura
Kampus
Paham radikal juga susupi kampus di Prancis, Malaysia dan Singapura
Sabtu, 09 Jun 2018 13:56
Rilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai tujuh universitas terpapar paham radikalisme mengundang keprihatinan bagi petinggi para universitas, semisal Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah. Dia meyakini, jumlah orang terpapar paham radikal di lingkungan universitas minim.
Dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, adanya temuan BNPT, dia merujuk pada kondisi di Malaysia, Prancis, dan Singapura. Dia mengatakan, paparan radikalisme di lingkungan universitas sejatinya dialami juga oleh ketiga negara tersebut. Baiknya, negara-negara itu tidak menjadikan fakta tersebut sebagai faktor dominan atas keberadaan radikalisme.
"Singapura, Malaysia, Prancis juga terpapar loh. Saya termasuk yakin mereka yang terpapar radikalisme jumlahnya lebih kecil dibanding populasi kita. Jadi jangan seolah yang kecil ini lantas menjadi seolah faktor dominan," ujar Firmanzah, Sabtu (9/6).
Menurutnya, ada beberapa upaya guna menekan penyebaran paham radikalisme, di antaranya adalah pendekatan budaya dan rumusan strategi menangkal paham radikalisme.
Jika pihak terkait secara dini bisa merumuskan strategi, bukan tidak mungkin, menurut Firmanzah, angka penyebaran paham radikalisme di lingkungan universitas bisa ditekan.
"Pendekatan budaya perlu ada rumusan dan strategi untuk menangkal paparan radikal bebas tadi. Kita punya masyarakat yang toleran, harmoni. Saudara kita di Papua misalnya ada tempat di mana masyarakat muslim dan non muslim membaur saat hari raya," ujarnya.
"Cuma memang kalau sudah terafiliasi dengan ISIS harus ditangani segera," tukasnya.
Sebelumnya, soal paparan paham radikalisme di universitas makin nyata ketika Detasemen antiteror Polri melakukan penggerebekan di Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Riau (Unri), 2 Juni 2018. Hasilnya, 3 terduga teroris yang merupakan alumnus Unri ditangkap.
Selain itu, Densus 88 Antiteror juga menyita 4 bom rakitan, busur, anak panah, serta senapan angin dari lokasi. Rektor Unri Aras Mulyadi mengutuk keras atas kegiatan terduga teroris di kampusnya yang merakit bom. Menurut dia, tindakan itu merupakan kegiatan terlarang di kampusnya.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan penyebaran paham radikalisme sekarang ini tidak hanya melalui kampus. Namun juga lewat media sosial.
Dia melanjutkan, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme.
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se
Istana Targetkan Perbaikan Tata Kelola MBG Rampung Sebulan Usai Dadan Cs Ditangkap
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bicara soal perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses perbaikan ditargetkan rampung satu bulan."Kita target awal satu bulan i
Israel Gempur Lebanon Selatan, 12 Orang Tewas
Beirut-Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya 12 orang pada Rabu (10/6/2026) menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Perdana Men
Kejagung Analisis 3 Barang Penting Ungkap Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah barang bukti dari enam lokasi penggeledahan di Jakarta. Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Ma