Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Pelajar Protes Pemekaran Luwu Utara ke Jokowi di Pembukaan Muktamar IPM

Kampus

Pelajar Protes Pemekaran Luwu Utara ke Jokowi di Pembukaan Muktamar IPM

Senin, 19 Nov 2018 16:14
Merdeka.com
Pelajar Protes ke Jokowi di Pembukaan Muktamar IPM.
SIDOARJO - Pembukaan Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Senin (19/11), diwarnai kericuhan. Sebabnya di penghujung acara, 3 orang peserta pembukaan muktamar tiba-tiba mendekati panggung dan berteriak ke arah Jokowi.

Mereka juga membentangkan karton bertuliskan "Cabut Moratorium Pemekaran Luwu Tengah". Lantaran mengganggu jalannya acara, Pasukan Pengamanan Presiden (Presiden) mengamankan peserta tersebut.

Salah satu peserta muktamar IPM yang melayangkan protes kepada Jokowi, mengaku ingin meminta Kepala Negara mencabut moratorium DOB (Daerah Otonomi Baru), yang menghambat pemekaran di daerah termasuk DOB Kabupaten Luwu Tengah.

"Kami minta cabut moratorium pemekaran Luwu Tengah," tegas pria berkemeja biru yang enggan menyebutkan namanya ini.

Dia juga menegaskan, aksi protes sengaja dilakukan di pembukaan Muktamar XXI IPM karena Jokowi hadir dalam acara ini.

"Karena momentumnya pas," kata dia.

Komandan Paspampres, Mayor Jenderal TNI Suhartono mengatakan anggotanya terpaksa mengamankan pelajar yang berteriak sambil membentangkan karton ke arah Jokowi guna menjaga kondusifitas acara pembukaan Muktamar XXI IPM.

"Karena masih acara, ada protokolnya, ada Undang-undangnya, Paspampres menghalau mereka mengamankan ke luar arena. Setelah itu mereka diserahkan ke panitia acara," jelas Suhartono.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki mengatakan Jokowi membuka diri bagi pelajar yang ingin memberikan masukan dan kritikan. Jokowi, lanjut Teten, selalu mendengar aspirasi rakyat.

"Pak Jokowi barangkali adalah Presiden yang paling mudah diakses oleh rakyatnya. Pintu Istana dibuka lebar dan beliau juga suka blusukan menghampiri rakyatnya," kata Teten.

"Jadi peserta muktamar IPM yang mau berkomunikasi dengan Presiden, beliau pasti akan menyambut dengan tangan terbuka. Apalagi anak muda, di tengah persaingan dunia yang ketat saat ini, beliau melihat masa depan Indonesia ada di tangan mereka," sambungnya.


(merdeka.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.